oleh

Polairud Mabes Polri bersama Mentan Patroli Laut Awasi Pangan Berbahaya

Lensa-Rakyat.Com, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan), Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H., memimpin patroli laut di perairan Jakarta Utara, Kamis, (25/11/2021).

Dalam kegiatan tersebut, Mentan berpatroli bersama dengan anggota Polairud Mabes Polri untuk memastikan pengawasan keluar masuknya produk pangan nasional sebelum tiba di gudang karantina Pelabuhan Tanjung Priok.

banner 970x250

“Patroli ini untuk memastikan berbagai aktivitas kita dalam rangka pengawasan pertanian, lintas pertanian baik yang masuk ke indonesia maupun keluar indonesia. Kita harus mampu mendeteksi apa-apa yang terjadi pada aktivitas di pelabuhan-pelabuhan utama,” katanya.

Menurut Mentan, patroli laut ini juga merupakan implementasi dari MoU kerjasama antara Kementan dengan Kapolri beberapa waktu lalu, di mana pengawasan terhadap pangan menjadi bagian penting. Termasuk pengawasan laut dan pengawasan udara.

“Ini adalah upaya bersama antara kami dan Polairud (Polri), dimana sebelumnya kami dan kepolisian sudah melakukan kerjasama MOU dalam mengawal seluruh aktivitas pertanian di darat, laut dan di udara,” katanya.

Mentan menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan memerintahkan Badan Karantina Pertanian untuk saling memperkuat pengawasan yang dilakukan bersama Polairud tethadap masuknya produk pangan ke Indonesia.

“Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada polairud yang telah mengadaptasi seluruh aktivitas karantina. Karena itu pengawasan pertanian harus semakin diperkuat,” katanya

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri, Brigjen. Pol. Mohammad Yassin Kosasih, S.I.K., M.Si., menyampaikan terimakasih atas kerjasama Kementan dengan Polri terhadap pengawasan pangan. Walaupun patroli ini sudah digelar sejak awal tahun 2021, dimana dalam setiap kegiatannya selalu melibatkan Badan Karantina Pertanian.

“Patroli ini sudah berjalan dari awal tahun sesuai dengan kebutuhan, jika karantina membutuhkan dan mencurigai kapal-kapal yang disampaikan Bapak Menteri mungkin saja komoditas pertanian ini kurang baik dan atau adanya pangan berbahaya, sehingga kita harus melaksanakan patroli,” jelas Jenderal Bintang Satu tersebut.

( Humas Polri )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed