oleh

BKSAP Sosialisasikan Penyelenggaraan IPU Assembly ke-144 ke Media Nasional

Lensa-Rakyat.Com, Jakarta  –  Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Inter-Parliamentary Union (IPU) Assembly & Related Meetings ke-144 pada 20-24 Maret 2022 mendatang yang bertempat di Nusa Dua, Bali, Indonesia. Menjelang pelaksanaan sidang organisasi Parlemen sedunia tersebut, Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mengadakan sosialisasi kepada sejumlah media massa nasional untuk menggaungkan penyelenggaraan acara tersebut, mengingat Indonesia merupakan tuan rumah. Ketua BKSAP Fadli Zon mengatakan penyelenggaraan IPU ke-144 kali ini mengusung tema ‘Getting to Zero: Mobilizing Parliament to Act on Climate Change’.

“Jadi memobilisasi parlemen dunia untuk beraksi di persoalan climate change, karena ini menjadi masalah yang semakin hari semakin serius, dan parlemen kalau mempunyai awareness dalam hal ini kan tentu sesuai dengan fungsinya, antara lain, membuat legislasi-legislasi yang memprotect persoalan lingkungan, persoalan iklim, apa yang menjadi runutan dari Paris Agreement tempo hari,” ungkap Fadli usai menghadiri pertemuan dengan sejumlah pimpinan media massa nasional di Senayan, Jakarta, Rabu (19/1/2022).

banner 970x250

Empat poin yang diangkat dalam pelaksanaan IPU ke-144 adalah untuk menjaga kenaikan global di bawah dua derajat celcius dan mendorong upaya menjaga kenaikan di bawah satu derajat celcius, meningkatkan kapasitas para negara pihak untuk beradaptasi terhadap efek negatif perubahan iklim, menjaga alur pendanaan agar sesuai dengan pembangunan berkelanjutan yang mendukung penurunan emisi gas rumah kaca, mengukuhkan kepemimpinan Indonesia dalam aksi perubahan iklim dan membangun kemitraan serta solidaritas global. 

Lebih lanjut, dalam pertemuan tersebut, politisi Partai Gerindra itu mengatakan bahwa DPR RI ingin memberikan informasi lebih awal kepada rekan-rekan media terkait dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan IPU Assembly ke-144 sekaligus sebagai tuan rumah untuk pertemuan negara-negara G20 atau dalam penyelenggaraan P20 yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan September 2022 mendatang.

“Kita melihat ini adalah konferensi yang sangat cukup strategis bagi kepentingan kita di organisasi itu maupun bagi masyarakat sebetulnya, manfaatnya bagi masyarakat tentu bakal ada, kalau yang IPU di Bali kita juga akan memberikan satu sinyal kepada dunia bawa Bali dalam hal ini sudah terbuka dan sudah siap, mudah-mudahan Omicron ini tidak naik lagi, tetapi pada dasarnya masyarakat sudah bisa lihat situasi new normal dan kita ingin pariwisata juga bangkit, UMKM bangkit dan ekonomi masyarakat pada umumnya bangkit,” tutupnya. (bia/sf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed