oleh

Warga Penerima Manfaat Bansos BPNT di Desa Bodddia Takalar keluhkan Harga dari Agen

Takalar, Selain diduga di intervensi untuk diarahkan membeli barang disalah satu Agen atau toko, warga Penerima Manfaat Bantuan Sosial (Bansos) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari kementerian Sosial republik Indonesia juga di keluhkan warga penerima Bantuan.

Salah satu penerima bansos berinisial M mengeluhkan perbedaan harga yang ada di toko lain dari toko yang diarahkan pihak agen penyalur BPNT yang ada di Desa Bodddia, kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan.”Kami mengeluhkan harga barang yang di terima yang dianggap itu banyak selisih dari nilai uang Bantuan yang kami terima,” keluh Warga inisial M.Ia

banner 970x250
banner 970x250

mengungkapkan rincian dan harga barang yang diterima disalah satu Agen BPNT di Desa Bodddia Kecamatan Galesong Kabupaten Takalar, misalnya beras 3 Karung Dengan keseluruhan 30 Kilogram dengan total harga keseluruhan 300 ribu rupiah, telur 5 Rak dengan isi 150 butir harga keseluruhan 240 ribu rupiah dan Buah Apple 12 Biji dengan harga 60 ribu Rupiah.

Dari jumlah hasil belanja barang keseluruhannya sebesar 600 ribu rupiah.”Dari harga dan barang yang kami belanjakan di toko tertentu tersebut dengan uang yang kami terima masih banyak selisih jika kita memilih sendiri untuk membelanjakan di toko lain,” Tambah warga.

Kami berharap agar uang Bantuan BPNT dari PT. Pos Indonesia yang kami terima bisa kita belanjakan dan memilih toko sendiri karena uang yang diterima ini untuk tiga bulan, mulai Januari- Maret 2022.

Sementara LSM Perak Sulawesi Selatan Rahman Samad yang menanggapi soal keluhan beberapa Warga Penerima BPNT kepadanya menyayangkan jika masih adanya pihak- pihak yang diduga mengintervensi Penerima Bantuan Sosial/ Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari kementerian sosial RI apalagi diarahkan memilih salah satu toko/ Agen penyalur BPNT yang tak sesuai dengan harapan-harapan warga Penerima Bansos tersebut dari dana yang diterima.”Kami ingatkan para pihak-pihak terkait utamanya pendamping/Fasilitator dan instansi terkait agar benar-benar melakukan pengawasan kepada agen maupun penyalur bansos BPNT ini untuk tidak bermain-main kepada penerima bantuan tersebut, salurkan apa yang menjadi hak penerima,” Kata Rahman.

Divisi investigasi LSM Perak Sulsel ini dengan tegas akan terus melakukan pemantauan maupun investigasi kepada pihak terkait jika ada yang ditemukan adanya indikasi korupsi, Mar up dari bahan-bahan yang diterima penerima Bansos BPNT ini yang tidak sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku akan membawa ke ranah hukum.

“Karena dari beberapa keluhan penerima BPNT ke kami terkait penyalurannya diduga sebagai sarat korupsi maupun penyalahgunaan kewenangan yang berpotensi merugikan negara,” Pungkas Rahman.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed