oleh

Ucapan “Kenapa Ko Datang di Rumah Ini Bikin Susah saja disini!!!” menjadi Maut

-HUKRIM-41 views

LENSA-RAKYAT.COM, MAKASSAR | Rusli 42 tahun meregang nyawa saat tidur akibat penganiayaan yang dilakukan oleh Rahman 70 tahun yang ternyata Ayah Kandungnya sendiri. Kamis 23/06/2022 pukul 06:30 Wita.

Sekitar pukul 07:10 wita Polsek Tallo kedatangan warga Lk. Abdul Rahman yang kemudian melaporkan dirinya sendiri  telah melakukan penganiayaan terhadap Lk. Rusli dengan memukul kepala menggunakan balok berukuran 12×12 cm.

banner 970x250
banner 970x250

Mendapat pengakuan tersebut dipimpin oleh Kapolsek Tallo Kompol BADOLLAHI SH M.A.P bersama Kanit Reskrim Iptu. Faizal dan  Piket Fungsi segera bergegas mendatangi TKP sementara Lk. AR diamankan di Mapolsek Tallo.

Dari  TKP  Pihak Polsek Tallo  mendapat keterangan dari saksi sdr. Fatwan 39 tahun menerangkan “bahwa malam sebelum kejadian Lk. AB baru tiba dari kabupaten Bone, terlibat cekcok mulut dengan sdr. Rusli yang menimbulkan perselisihan. Yang akhirnya terlontar ucapan dari  mulut sdr Rusli “kenapa ko datang di rumah ini bikin susah saja disini”. Terang fatwan yang berprofesi sebagai buruh itu.

Beberapa saat kemudian cekcok berakhir saat Lk. AR kemudian pergi beristirahat dan tidur, sekitar pukul 05:0 wita Lk AR  terbangun dan melaksanakan sholat Subuh.   setelah setelah  pulang dari sholat subuh melihat anaknya Lk Rusli sedang tertidur di kursi panjang di ruang tengah selanjutnya pelaku langsung melakukan  penganiayaan dengan cara memukul kepala korban dengan menggunakan balok kayu berukuran 12 X 12 Cm dengan panjang 50 Cm sebanyak kurang lebih 5 (lima) kali ke Bagian kepala sebelah  kanan korban sehingga korban mengalami luka robek dan tewas.

Untuk keperluan pemeriksaan mayat korban dibawa dengan menggunakan mobil ambulance ke Rumah Sakit Bhayangkara pukul 9:00 wita dan pukul 15:18 wita mayat korban Lk Rusli tiba kembali di rumah duka Jalan Sinassara No. 333 Lr. 19 Kel. Kaluku Bodoa Kec Tallo dan disemayamkan.

Hingga saat ini pihak Kepolisian Polsek Tallo masih mendalami untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

red.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed