BERITA

Balai Besar Pelatihan Pertanian Batang Kaluku Laksanakan Pelatihan Manajerial BPP Kostratani Angkatan VI di Polman

1041
×

Balai Besar Pelatihan Pertanian Batang Kaluku Laksanakan Pelatihan Manajerial BPP Kostratani Angkatan VI di Polman

Sebarkan artikel ini

POLMAN, LENSA-RAKYAT. COM | Mapilli.Jumat,25/06/2021. Bertempat di kantor BPP Kecamatan Mapilli Kabupaten Polman Sulawesi Barat,BBPP Batang Kaluku mengadakan kegiatan pelatihan manajerial BPP Kostratani Angkatan VI. Kegiatan pelatihan ini akan berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 24-26 Juni 2021.

Menurut keterangan perwakilan BBPP Batang Kaluku Muh. Lukman bahwa BBPP merupakan kepanjangan tangan dari kementerian pertanian dan sebelumnya telah berkordinasi dengan dinas pertanian dan pangan kabupaten Polman guna menyelaraskan kegiatan sehingga didapatkan kurikulum atau materi untuk pelatihan.

banner 970x250

Materi pelatihan tersebut diantaranya pertama aspek pengolahan data dan informasi pertanian, pelaksanaan gerakan pengolahan  pertanian,penerapan pusat pembelajaran,penerapan pusat konsultasi agribisnis dan pengembangan jejaring sesuai tujuan dari Kostratani itu sendiri
Untuk itu Muh. Lukman mengharapkan semua BPP diKabupaten Polman kedepannya dapat bertransformasi menjadi BPP Kostratani.

Laporan : Serman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.