KENDARI – LENSA-RAKYAT. COM || BEM FKIP UHO, menyoroti terkait Skandal Perselingkuhan oleh Calon Rektor Univeritas Halu Oleo (UHO). UHO adalah salah satu institusi terbaik di Indonesia timur, yang mempunyai peranan yang sangat strategis dalam pengembangan sumber daya manusia.
Ketua BEM FKIP UHO, Ferli sapaan akrabnya melalui media ini menyampaikan mirisnya akhir-akhir ini ada banyak kebobrokan yanng di pertontonkan oleh birokrasi UHO di pemilihan rektor kali ini, mulai dari cawe-cawe sampai dengan pelanggaran administratif.
“Namun yang kami paling mencengangkan salah satu figur rektor yang di ketahui usungan dari rektor petahana hari ini yaitu Prof. Armid, yang di isukan mempunyai skandal perselingkuhan itu berdasarkan vidio viral yang tengah menjadi perbincangan publik Sulawesi Tenggara. “ungkap Ferli ( 24 Mei 2024).
Sambungnya, hal ini bisa dilihat salah satunya dari unggahan tiktok @tiesaranani yang mengatakan bahwa calon rektor tersebut memiliki perempuan simpanan berinisial R (mantan staf Prof Armid ketika bekerja sebagai ketua LPMP UHO) pada tahun 2012, hubungan tersebut juga di ketahui hingga memiliki anak yang lahir di luar nikah, hal ini jelas merusak integritas dan marwah UHO sebagai lembaga pendidikan terbesar dan terkemuka yang ada di Sulawesi tenggara.
“Selain hubungan yang tidak resmi tersebut isu lainnya adalah bahwa Prof. Armid, memiliki selingkuhan dengan salah satu dosen di Universitas Diponegoro, dosen tersebut di ketahui berinisial (SS) yaitu salah satu staf pengajar di Universitas Diponegoro Semarang” bebernya.
Tidak lepas dari hal tersebut, merujuk pada persyaratan administrasi pendaftaran Bakal Calon Rektor UHO periode 2025-2029 yang terlampir pada poin 16 para Calon Rektor memiliki komitmen moral yang di nyatakan dalam bentuk surat pernyataan yaitu tidak pernah melakukan pelanggaran integritas akademik yang di isi dan di tanda tangani oleh Calon Rektor.
“Tindakan ini jelas telah melanggar komitmen integritas tersebut.
Seharusnya untuk menjadi seorang pemimpin yang akan menjadi teladan banyak orang harus memberikan contoh yang baik terutama persoalan moral dan integritas namun hari ini itu telah di pertontonkan dengan berbagai kebobrokan yang terstruktur itu di buktikan dengan lolosnya Prof. Armid, ini sebagai salah satu Calon Rektor yang telah terindikasi jelas- jelas telah mencederai nilai-nilai integritas dan pendidikan itu sendiri” tegasnya.
Lanjut Ferli , hal ini juga dapat di perkuat dengan laporan Koalisi Pemerhati Perempuan dan Anak Sultra kepada ketua Ombudsman Republik Indonesia. dan Kepala ombudsman Republik Indonesia perwakilan Sulawesi Tenggara. Yang menjadi ketakutan ketika Prof. Armid, betul-betul terpilih menjadi Rektor UHO justru akan mencederai nilai-nilai demokrasi, integritas dan moral di dunia pendidikan, kemudian mosi tidak percaya kepada birokrasi UHO semakin besar.
“Jadi kami menekankan kepada kepala Ombudsman RI perwakilan Sulawesi Tenggara untuk segera memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap Prof. Armid ini, mengenai isu kasus asusila yang dimana hal ini telah menjadi diskusi publik khususnya di kalangan akademisi” pungkasnya.
Harapan kami semoga Rektor UHO kedepannya betul-betul bersih dari skandal masa lalu apa lagi yang bermoral buruk sehingga tidak mencerminkan karakter akademisi yang sebenarnya harus memberikan contoh sebagaimana menjadi pemimpin yang betul-betul di teladani bukan cacat secara moril.
“Terakhir kami juga mengajak seluruh civitas akademika di UHO untuk sama-sama mengawal hal ini demi menjaga marwah UHO. sudah cukup kita diam, kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli terhadap keberlangsungan UHO kedepannya. Karena ketika kita diam melihat kemungkaran maka kita juga bagian dari orang orang mungkar tersebut, dan ketika kita bersuara melawan kemungkaran dan menyeruh kepada kebajikan maka kita adalah golongan orang-orang yang beruntung” tutupnya.
Penulis : Ode Umar














