Makassar – Aipda Rolis Abdillah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kaluku Bodoa Polsek Tallo, sigap menanggapi laporan warga soal perselisihan tetangga yang memanas. Kedua belah pihak saling menyinggung dan merasa difitnah, hingga mediasi darurat digelar Rabu malam, 11 Februari 2026, pukul 21.30 WITA, di Jalan Teuku Umar Nomor 12, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.
Kronologi bermula dari friksi sehari-hari. Warga melaporkan pertengkaran verbal yang berulang, berawal dari sindiran kecil tapi merusak harmoni lingkungan. “Mereka saling tuding fitnah soal urusan pribadi, sudah lama bergulir hingga ganggu ketenangan RT,” ungkap Aipda Rolis saat ditemui di lokasi. Tanpa buang waktu, ia datangi TKP, kumpulkan kedua pihak, dan fasilitasi dialog terbuka.
Di rumah pelapor, suasana tegang mereda berkat pendekatan humanis Rolis. Ia sampaikan pemahaman hukum sederhana, tekankan nilai gotong royong Bugis-Makassar. “Tetangga itu keluarga, sindiran dan fitnah hanya picu dendam. Mari maafkan, jaga silaturahmi,” pesannya. Hasilnya, keduanya bersalaman, janji hindari konflik, dan sepakat komunikasi langsung ke depan.
Apresiasi Kapolsek Tallo atas Responsivitas Bawahan
Kapolsek Tallo AKP Asfada, SE, MH, langsung berikan apresiasi. “Langkah cepat Aipda Rolis patut jadi contoh. Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak kamtibmas, cegah masalah kecil jadi besar,” tegas Asfada via pesan singkat. Menurutnya, mediasi seperti ini efektif kurangi beban pengadilan, sejalan program Polri Polmas.
Data internal Polsek Tallo catat, Januari-Februari 2026, 12 kasus serupa dilaporkan di Kecamatan Tallo sebagian besar akibat isu sepele seperti gosip atau batas halaman. “Kami intensifkan patroli binaan masyarakat, door-to-door edukasi warga,” lanjut Asfada. Strategi ini terbukti: 85% kasus selesai tanpa eskalasi hukum tahun lalu.
Tantangan Harmoni di Kawasan Padat Penduduk Makassar
Kasus Kaluku Bodoa gambarkan dinamika urban Makassar Selatan. Kepadatan penduduk di Jalan Teuku Umar, campuran nelayan dan pedagang, rentan friksi sosial. Warga setempat senang hasil mediasi. “Pak bhabin datang malam-malam, hati jadi adem. Lingkungan kembali aman,” ujar seorang ibu rumah tangga yang menyaksikan.
Rolis tekankan peran preventif. “Laporan warga kami prioritaskan. Jangan tunggu ribut besar, hubungi bhabinkamtibmas terdekat.” Insiden ini perkuat citra Polsek Tallo sebagai polisi ramah masyarakat, jauh dari stereotip represif. Di tengah hiruk-pikuk kota, mediasi malam itu jadi pelajaran berharga: dialog atasi konflik lebih cepat daripada kekerasan.














