BERITA

Bulog Raha Disentil Ketua KDMP Kondongia, Diduga Abaikan Instruksi Presiden dan Hambat KDMP Dalam Penyaluran SPHP

71
×

Bulog Raha Disentil Ketua KDMP Kondongia, Diduga Abaikan Instruksi Presiden dan Hambat KDMP Dalam Penyaluran SPHP

Sebarkan artikel ini
Ket: Ketua Koperasi Merah Putih Kondongia Kecamatan Lohia, La Ode Nsora, SH

MUNA, LENSA-RAKYAT.COM || Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih merupakan program unggulan dan prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto, hal ini dikarenakan melalui Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dapat menghadirkan keadilan ekonomi, memberantas tengkulak dan rentenir.

Program ini tidak tanggung-tanggung dan menjadi perhatian khusus buat seluruh kementrian sehingga ada beberapa revesi peraturan dan undang-undang untuk mendukung program KDKMP.

banner 970x250

Namun keistimewaan program ini menurut Ketua Koperasi Desa Merah Putih Kondongia, La Ode Nsora. SH tidak berlaku dimata Bulog Raha, hal ini dikarenakan tidak adanya dukungan dalam mensukseskan program KDKMP melalui gerai sembako dalam hal ini penjualan beras subsidi SPHP 5 Kilo gram.

“Walaupun saat ini pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Muna belum berjalan maksimal, tapi kami berupaya mensukseskan program unggulan bapak presiden Prabowo Subianto, diantaranya mengaktifkan gerai sembako berupa penjualan beras SPHP 5 kilogram, tapi dalam realisasinya justru kami mendapatkan tantangan berat dari Bulog itu sendiri, bukanya mendukung malah mempersulit kami dalam penjualan Beras SPHP, lebih mengutamakan RPK Umum ketimbang RPK Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih”.

Selain itu OdeNsora menambahkan bahwa perlakuan ini bukan pertama kali namun sudah terjadi beberapa kali, mulai dengan tidak dilayaninya orderan dengan alasan tidak ada kemasan, sementara ada pelayanan untuk RPK lain.

“Dari awal kami duga bahwa ada yg tidak beres dalam pengelolaan beras SPHP di Bulog Raha, lebih diprioritaskan RPK lain ketimbang RPK KDKMP, padahal jelas dalam Instruksi presiden nomor 10 dan 17 serta peraturan beberapa menteri agar mendukung penuh program KDKMP, tapi menurut kami Bulog Raha tidak seperti itu, kami juga sempat lalai saat kunjungan satgas pangan kementrian ketahanan pangan dikantor Kopdes Merah Putih Kondongia bulan lalu, tidak mengutarakan kendala kami dalam pelayanan di Bulog, hal ini kami duga Bulog Raha tidak seperti itu”.

Apa yang dilakukan pihak Bulog Raha tidak sesuai dengan komitmen yang disampaikan dulu bahwa didepan satgas ketahanan pangan pihak Bulog siap memberikan pelayanan baik pada KDKMP dan siap melayani 400 karung per hari untuk orderan, ujar OdeNsora

“Didepan satgas pangan pihak Bulog menjajikan akan melayani baik KDKMP dan siap melayani orderan 400 karung per hari tapi sampai saat ini tidak terealisasi, bahkan pihak Bulog menghubungi kami di hari libur untuk mengorder SPHP, yang pertama kita iyakan, tapi Minggu lalu saya dihubungi untuk order hari Sabtu, saya tolak karna hari libur kok bisa melayani sementara hari kerja tidak melayani, dan lebih parahnya lagi hari ini kami diinformasikan dari Bulog bahwa bisa order 150 karung, setelah kita order dan kami di arahkan ambil beras di gudang Sidodadi dan setelah tiba disana kita antrian 13, dan setelah kita pantau ternyata yang order rata-rata 400 karung bahkan ada trek order 800 karung, sehingga kami menunggu dari jam 2 siang sampai jam 5 sore, kami tidak dapat karna sudah mau istirahat dan stok sudah habis, padahal kami sudah sewa mobil untuk angkut, terpaksa dibayar cuma-cuma mobilnya, sehingga kamienduga ada yang tidak normal dalam penyaluran beras SPHP di Bulog raha, dan hal ini dalam waktu dekat akan kami adukan ke DPRD Kab. Muna, Tutupnya.

Editor : Roy