Makassar, Sulawesi Selatan – Sejumlah tokoh masyarakat, organisasi mahasiswa, ormas, akademisi, serta unsur pemerintah dan aparat keamanan berkumpul dalam Deklarasi Damai yang digelar di Makassar pada Minggu (31/8/2025). Momentum ini menjadi penegasan komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas, memperkuat persatuan, serta mencegah potensi gangguan keamanan yang bisa dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.
Deklarasi ini dihadiri berbagai elemen penting, mulai dari Ormas Garuda Hitam, Garuda, Legenda Kiwal, Brick Jaya, Pemuda Pancasila, Laskar Merah Putih, Laskar Time Iwan, serta media Sorotan Publik dan Links Media Lensa Rakyat. Hadir pula perwakilan mahasiswa, akademisi, hingga pimpinan daerah. Dari unsur pemerintah dan aparat, hadir Kapolda Sulsel, Kejati Sulsel, DPRD Provinsi Sulsel, para rektor perguruan tinggi, Wali Kota Makassar, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Pangdam XIV/Hasanuddin, Panglima Kostrad, Dandim 1408, Kapoltabes Makassar, serta unsur pemerintah daerah lainnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan menegaskan pentingnya semangat persatuan dalam menjaga stabilitas daerah.
“Kita tidak ingin ada pihak yang memanfaatkan keadaan. Mahasiswa kita tidak ada yang bermaksud merusak. Mari kita saling menjaga, berkoordinasi, dan membangun ke depan dengan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh aparat keamanan, tokoh agama, dan pimpinan perguruan tinggi. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi turut memberikan apresiasi atas sinergi seluruh elemen bangsa di Sulawesi Selatan yang berkomitmen menjaga suasana kondusif, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
, Pangdam XIV/Hasanuddin bersama Kapolda Sulsel menegaskan kesiapan aparat untuk berkolaborasi dengan mahasiswa, ormas, dan tokoh masyarakat dalam mencegah kericuhan. Mereka menekankan pentingnya komunikasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa, agar tidak lagi terjadi aksi anarkis maupun pembakaran fasilitas umum.
Deklarasi tersebut menghasilkan Maklumat Bersama yang berisi lima poin utama:
- Menjaga Sulawesi Selatan tetap aman dan damai.
- Mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan pendapat.
- Menolak segala bentuk kekerasan dan perusakan fasilitas umum.
- Mendorong peran pemuda, mahasiswa, dan pelajar sebagai garda persatuan bangsa.
- Merawat Sulawesi Selatan sebagai bumi persaudaraan yang teduh.
Maklumat ini diharapkan menjadi pedoman bersama seluruh elemen masyarakat Sulsel dalam menghadapi dinamika sosial ke depan.
“Ini adalah komitmen kita bersama agar Sulsel tetap teduh, aman, dan damai. Kita semua yang harus menjaga rumah kita sendiri,” tutup Gubernur.
penulis /sp














