BERITA

Dini Hari Polisi Datangi TKP Perselisihan Saudara, Bhabinkamtibmas Kaluku Bodoa Berhasil Mediasi

1
×

Dini Hari Polisi Datangi TKP Perselisihan Saudara, Bhabinkamtibmas Kaluku Bodoa Berhasil Mediasi

Sebarkan artikel ini

Makassar, 2 Maret 2026 – Personel Polsek Tallo kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Pada dini hari Minggu (2/3/2026) sekitar pukul 01.00 WITA, AKP Iwanto selaku Kanit Samapta Polsek Tallo didampingi Aipda Rolis Abdillah, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kaluku Bodoa, langsung bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jalan Teuku Umar Lorong 5 Nomor 12, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.

Kedatangan polisi ini dipicu aduan warga setempat yang resah akibat perselisihan antar saudara kandung. Menurut informasi yang dihimpun, perselisihan tersebut bermula dari ketersinggungan yang dialami seorang pria dewasa, Sdr. [Nama disamarkan untuk privasi], yang berujung pada tindakan mengamuk. Situasi sempat tegang, mengganggu ketenangan warga di lingkungan tersebut. Warga sekitar pun cepat melapor ke Polsek Tallo, menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat dalam menangani konflik secara preventif.

banner 970x250

Tanpa membuang waktu, AKP Iwanto dan tim tiba di lokasi. Mereka langsung mendekati kedua belah pihak, yakni kakak dan adik yang terlibat dalam pertengkaran. Dengan pendekatan humanis yang menjadi ciri khas Polri, personel polisi memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga silaturahmi keluarga. “Kami tekankan bahwa perselisihan kecil bisa diselesaikan dengan musyawarah, bukan dengan emosi sesaat,” ujar AKP Iwanto saat dikonfirmasi.

Proses mediasi berjalan lancar. Kedua saudara tersebut akhirnya saling memaafkan dan berdamai di hadapan petugas. Warga yang menjadi saksi pun merasa lega karena konflik keluarga yang berpotensi membesar dapat diredam sejak dini. Insiden ini menambah catatan positif Polsek Tallo dalam menangani kasus-kasus sosial di wilayah hukumnya.

Kapolsek Tallo, AKP Asfada, SE, MH, mengapresiasi kinerja anak buahnya. “Saya bangga dengan respons cepat Kanit Samapta dan Bhabinkamtibmas. Ini bukti bahwa pendekatan preventif dan humanis efektif mencegah konflik eskalasi. Kami terus dorong masyarakat untuk segera lapor jika ada gejala perselisihan, agar bisa kita damaikan sebelum menimbulkan masalah lebih besar,” tegas AKP Asfada.

Kasus ini menjadi pengingat betapa rentannya harmoni keluarga di tengah dinamika kehidupan urban seperti di Kaluku Bodoa. Perselisihan antar saudara sering kali dipicu hal sepele, seperti salah paham atau ketersinggungan kecil, yang jika dibiarkan bisa berujung pada kekerasan domestik. Data Polri Sulsel mencatat, pada 2025 saja, ratusan kasus serupa berhasil dimediasi di tingkat polsek, menurunkan angka kriminalitas rumah tangga hingga 20 persen.

Polsek Tallo sendiri aktif menyelenggarakan program pencegahan, seperti sosialisasi Kamtibmas rutin di balai kelurahan dan posko Bhabinkamtibmas. “Kami tidak hanya tangani masalah, tapi juga cegah dari akarnya. Kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan warga sangat membantu,” tambah AKP Asfada.

Warga Kaluku Bodoa pun menyambut baik kehadiran polisi. “Alhamdulillah, polisi cepat datang dan selesaikan tanpa ribut-ribut. Ini bikin kita tenang,” kata salah seorang tetangga yang enggan disebut namanya.

Insiden ini memperkuat citra Polri sebagai pelindung dan penjaga perdamaian. Di era digital saat ini, kecepatan respons polisi seperti ini patut diapresiasi, sekaligus menjadi contoh bagi polsek lain di Makassar. Semoga kejadian serupa terus berkurang melalui kesadaran kolektif masyarakat dan ketelatenan aparat.