BERITA

Duruka Memanggil : Seruan Batin untuk La Ode Darwin, Ketua DPW Partai Golkar Sulawesi Tenggara.

1
×

Duruka Memanggil : Seruan Batin untuk La Ode Darwin, Ketua DPW Partai Golkar Sulawesi Tenggara.

Sebarkan artikel ini
Ket : Agung D Pratama, Ketua Pemuda Pelajar Mahasiswa Lasunapa

Muna, Lensa-rakyat.com || Kecamatan Duruka bukan hanya sebatas nama wilayah administratif di Kabupaten Muna akan tetapi ruang hidup, tempat harapan dititipkan, dan saksi dari perjalanan panjang masyarakat yang terus bertahan di tengah keterbatasan. Di balik tenangnya bentang alamnya, tersimpan suara yang tak pernah benar-benar padam, suara yang kini semakin lantang, memanggil satu nama, La Ode Darwin.

Panggilan ini bukan sekadar ajakan biasa, di dalamnya menyimpan harapan yang tumbuh dari masyarakat yang ingin lebih dari sekadar didatangi saat momentum politik tiba. Mereka ingin disentuh, didengar, dan diperjuangkan.

banner 970x250

Sebagai Ketua DPW Golkar Sulawesi Tenggara, La Ode Darwin berada pada posisi yang tidak biasa. Ia bukan hanya pemimpin partai, tetapi juga bagian dari mata rantai kekuasaan yang terhubung dari daerah hingga pusat. Kita tahu, kader-kader Golkar hari ini tidak sedikit yang menduduki posisi strategis, baik di pemerintahan daerah maupun di tingkat nasional.

Akses ini merupakan peluang besar dan masyarakat Kecamatan Duruka percaya, peluang itu bisa menjadi jalan untuk perubahan nyata. Namun pertanyaannya sederhana, apakah akses itu sudah benar-benar menyentuh Duruka ??

Di Kecamatan Duruka, khususnya Desa Lasunapa dan sekitarnya, masih banyak hal yang membutuhkan perhatian serius. Infrastruktur dasar belum sepenuhnya merata. Jalan-jalan penghubung masih ada yang memprihatinkan. Fasilitas umum belum sepenuhnya memadai. Dan yang paling mengkhawatirkan, wilayah pesisir mulai menunjukkan tanda-tanda kerentanan yang tidak bisa diabaikan.

Abrasi perlahan menggerus garis pantai. Tanah yang dulu kokoh, kini mulai terancam hilang. Ini bukan sekadar isu lingkungan, tetapi juga ancaman terhadap ruang hidup masyarakat. Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin akan berdampak pada pemukiman, mata pencaharian, bahkan masa depan generasi di sana.

Penanganannya tentu tidak bisa asal-asalan. Dibutuhkan langkah teknis yang terukur dan berkelanjutan. Mulai dari pembangunan penahan gelombang seperti tanggul laut atau pemecah ombak, penanaman kembali mangrove sebagai pelindung alami, hingga perencanaan tata ruang pesisir yang lebih bijak dan adaptif terhadap perubahan lingkungan.

Namun lebih dari itu, yang paling dinanti adalah kehadiran.

Kehadiran yang nyata, bukan sekadar simbolik. Kehadiran yang mau duduk bersama masyarakat, mendengar langsung cerita mereka tanpa sekat. Karena sering kali, solusi terbaik lahir dari percakapan sederhana antara pemimpin dan rakyatnya.

Harapan itu juga disuarakan oleh Agung Pratama, selaku Ketua Pemuda Pelajar Mahasiswa Lasunapa. Ia menyampaikan bahwa masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki harapan besar agar La Ode Darwin dapat hadir secara langsung di wilayah Duruka. Bukan hanya untuk melihat, tetapi untuk merasakan.

Menurutnya, Duruka terutama Desa Lasunapa adalah wilayah yang sangat perlu diperhatikan. Banyak potensi yang bisa dikembangkan, namun juga tidak sedikit persoalan yang membutuhkan sentuhan nyata dari para pemangku kebijakan. Kehadiran seorang pemimpin, apalagi dengan kapasitas seperti La Ode Darwin, diyakini mampu membuka jalan solusi yang selama ini terasa jauh.

“Ini bukan sekadar harapan pribadi, tapi harapan bersama masyarakat,” kira-kira begitu suara yang ingin disampaikan”.ucapnya

Sebuah harapan sederhana, namun penuh makna, agar pemimpin tidak hanya hadir dalam wacana, tetapi juga dalam kenyataan.

Bayangkan jika suatu hari, La Ode Darwin benar-benar datang ke Duruka. Menyusuri desa, melihat langsung kondisi pesisir, berbincang dengan nelayan, mendengar suara ibu-ibu, dan menyapa generasi muda yang selama ini hanya bisa berharap dari kejauhan. Mungkin di situlah, panggilan Duruka akan benar-benar terjawab.

Kita percaya, seorang pemimpin besar bukan hanya diukur dari seberapa luas pengaruhnya, tetapi dari seberapa dekat ia dengan rakyatnya. Dan dalam konteks ini, Duruka adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa kekuasaan bukan sekadar simbol, tetapi alat untuk menghadirkan perubahan.

Lebih dari itu, ini juga menjadi refleksi bagi Partai Golongan Karya secara keseluruhan. Bahwa kehadiran partai di tengah masyarakat tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Semua itu baik dan patut diapresiasi, tetapi yang lebih penting adalah keberlanjutan, komitmen untuk terus hadir, bahkan ketika sorotan mulai meredup.

Duruka tidak menuntut hal yang berlebihan. Ia hanya ingin didengar, diperhatikan, dan diyakinkan bahwa dirinya tidak dilupakan.P

Dan hari ini, suara itu kembali bergema, Duruka memanggil, Bersama harapan dari masyarakatnya, Bersama suara pemudanya. ( Ok )