BERITANASIONAL

Gunung Semeru Erupsi, Novita Wijayanti Minta BNPB dan BPBD Cepat Tanggap

475
×

Gunung Semeru Erupsi, Novita Wijayanti Minta BNPB dan BPBD Cepat Tanggap

Sebarkan artikel ini

Lensa-Rakyat.Com – Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti turut prihatin atas terjadinya erupsi Gunung Semeru. Ia pun meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkoordinasi dan bekerjasama untuk memberikan bantuan tanggap darurat kepada daerah yang terdampak, terutama Lumajang dan sekitarnya. 

“Saya turut merasa prihatin dengan musibah erupsi Gunung Semeru yang terjadi hari ini. Saya meminta BNPB dan BPBD segera koordinasi dan bekerjasama untuk memberikan bantuan tanggap darurat,” kata Novita dalam keterangan pers yang diterima Parlementaria, Sabtu (4/12/2021). Diketahui, erupsi Gunung Semeru diawali getaran banjir lahar atau guguran awan panas telah menyebabkan sekitar titik lokasi gelap akibat kabut abu vulkanik.

banner 970x250

Peningkatan aktivotas vulkanik Gunung Semeru ini terpantau pada Sabtu, 4 Desember 2021 pada pukul 15.20 WIB. Laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candirupuro mencatat banjir lahar dimulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter. 

“Saya mendengar, kondisi di Lumajang saat ini gelap gulita karena abu vulkanik. Dan masyarakat yang dievakuasi butuh segera tempat tidur yang layak, selimut, dan makanan. Dan saya juga diberitahu, di beberapa desa terdapat masyarakat yang terjebak dan masih berlindung di mesjid ini perlu segera dievakuasi,” pungkas Novita.

Lebih lanjut Novita menyampaikan akan terus memantau perkembangan terkini dari lokasi kejadian bencana untuk memastikan tanggap darurat dapat diberikan secara optimal kepada masyarakat terdampak. “Semoga tidak ada korban jiwa dari musibah ini, besar harapan dan doa saya,” tutup politisi Partai Gerindra tersebut. ( Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.