BERITA

HMJ Ilmu Sejarah UHO Gelar Jasmerah 2024, Jalin Keakraban Menuju Jurusan Unggul

722
×

HMJ Ilmu Sejarah UHO Gelar Jasmerah 2024, Jalin Keakraban Menuju Jurusan Unggul

Sebarkan artikel ini

Kendari,Lensa-rakyat.com || Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Sejarah mengadakan kegiatan Jalinan Sesama Mahasiswa Ilmu Sejarah (Jasmerah) di Kampus Universitas Halu Oleo (UHO) pada 24 September 2024 di Kendari.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat solidaritas antara mahasiswa dan dosen, serta membangun semangat kebersamaan dalam pengembangan civitas akademik dan sosial di lingkungan jurusan Ilmu Sejarah.

banner 970x250

Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa dari angkatan 2024, yang dimana mereka di ajarkan mengenai bagaimana menjadi mahasiswa yang berprestasi baik akedemik ataupun berorganisasi.

Pembukaan kegiatan ini diresmikan langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Bapak Ahmad Marhadi yang dalam sambutannya menekankan pentingnya hubungan yang kuat antara mahasiswa dan dosen.

“Solidaritas adalah fondasi utama dalam membangun kekuatan akademik di jurusan, fakultas dan universitas. Saya harap kegiatan Jasmerah ini dapat menjadi platform untuk mempererat tali persaudaraan, baik antar mahasiswa dan dosen,” Ujarnya.

Sementara Ketua Jurusan Ilmu Sejarah, Bapak Aslim menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini. Ia sangat mengapresiasi kegiatan ini berjalan sebagaimana mestinya serta menjadi tradisi tahunan untuk jurusan Ilmu Sejarah.

“Melalui Jasmerah, kita tidak hanya belajar dari buku, tapi juga belajar dari satu sama lain. Mahasiswa dan dosen saling mendukung untuk menciptakan lingkungan akademik yang dinamis dan inklusif,” Bebernya.

Ia juga menyampaikan kepada seluruh mahasiswa agar tetap menjaga nama baik Civitas akademika Universitas Halu Oleo (UHO).

“Dimana pun kita berada kita harus menjaga nama baiknya, dan sebisa mungkin kita bermanfaat untuk masyarakat, daerah dan bangsa ini dengan ilmu dan pengetahuan yang kita pelajari selama ini,” Tegasnya.

(Redaksi)

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.