Kendari, lensa-rakyat.com || Kesatuan Pemuda Mahasiswa Maperaha (KPMM) Muna Barat mengapresiasi terobosan dan karya Eks Ketua KPMM periode 2020-2021 Rasmin Jaya yang berjudul “Transformasi dan Wacana di Era Distrupsi”.
Menurutnya karya tersebut bisa menjadi inspirasi generasi muda khususnya di Kesatuan Pemuda Mahasiswa Maperaha (KPMM) Muna Barat.
“Kita sangat bangga sebagai pengurus yang melihat proses hasil karya dari senior, alumni yang juga pernah menjadi bagian terpenting dan strategis dalam wadah KPMM. Sebab ia pernah menjadi bagian dari sejarah tumbuh dan berkembangnya organisasi KPMM. Maka kami sangat mengapresiasi dan menghargai karya tersebut,” Tegas Ketua KPMM, Arwan.
Menurutnya KPMM adalah organisasi paguyuban yang lahir dari denyut rakyat, melalui kehidupan sosial dan kultural dengan segala dinamikanya.
KPMM dilahirkan oleh generasi yang rindu akan perubahan, berangkat dari kegelisahan serta keresahan, dan berharap ada hari baik di esok hari.
Dengan semangat setiap tahunnya membentuk kader yang unggul, aktif, bertanggung jawab, dan penuh dedikasi dalam tubuh KPMM, mereka selalu proaktif melalui jalan kaderisasi.
KPMM adalah wadah menempa jati diri, karakter, mentalitas, serta yang tak kalah penting mencari ilmu dan pengetahuan sebagai bekal masa depan untuk mengabdikan diri pada kepentingan masyarakat.
“Maka tak heran banyak pentolan KPMM yang sudah banyak menduduki jabatan strategis di internal dan eksternal kampus salah satunya Rasmin Jaya penulis buku. Pernah menjadi ketua DPC GMNI Kendari periode 2023-2025,” Beber Arwan.
Dengan semangat besar mereka berproses, pendidikan dan organisasi adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan sehingga harus saling mengisi satu sama lain, sebab mereka yakin jalan itulah yang akan bisa mengubah jalan sejarah dan nasib baik ke depan.
Ia menegaskan, dalam forum kaderisasilah, salah satu proses awal bagi mahasiswa KPMM untuk mengenal lebih jauh tentang arti, hakikat, esensi, fungsi, dan tanggung jawab sebagai mahasiswa yang selalu menjadi corong perubahan bangsa.
Tak hanya keilmuan yang dibekali, tetapi juga diajarkan sikap disiplin, bertanggung jawab, menanamkan jiwa kepemimpinan, dan mengajarkan bagaimana cara kita menyelesaikan sebuah masalah.
Sementara, Rasmin Jaya penulis buku Transformasi dan Wacana di Era Distrupsi yang juga Eks Ketua KPMM Periode 2020-2021 sangat mengapresiasi dukungan dan support yang di lakukan oleh kader KPMM selama ini. Tanpa kebersamaan, solidaritas dan kekeluargaan maka kita tidak akan mungkin mencapai apa yang kita inginkan salah satunya menciptakan SDM unggul di tubuh KPMM.
Ia membeberkan, selayang pandang perjalanan KPMM, ia mengurai lebih dalam dan penuh makna. KPMM lahir dari refleksi dan pergumulan panjang dari sebuah pergolakan pemikiran tentang anak-anak muda yang lahir di pelosok desa, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
KPMM adalah antitesis sebagai respons balik atas kondisi sosial dan kultural masyarakat. Ia tumbuh di atas banyak dinamika dan persoalan, sehingga menjadikan ruang tersebut sebagai wadah tempat berhimpun dan bersolidaritas untuk harapan yang jauh, serta tak kalah penting menjadi jembatan penyelesaian masalah rakyat.
KPMM juga lahir sebagai lembaga kebersamaan dan kekeluargaan. Meski demikian, ia tidak menghilangkan esensi di mana tujuan dari di bentuknya organisasi adalah membentuk dan menciptakan bibit regenerasi dan kepemimpinan.
“Maka tidak heran jika alumninya sudah banyak menduduki jabatan
strategis di internal hingga eksternal kampus,” Tegas Rasmin Jaya
Pentolan aktivis KPMM hingga kini banyak terdistribusi dalam ruang pengabdian sebagai bukti bahwa KPMM hadir untuk masyarakat.
Tidak hanya mengejar eksistensi, tetapi keberadaannya terasa sangat berarti, nyata, dan berdampak untuk perubahan yang diinginkan masyarakat secara konkret.
KPMM hadir sebagai jawaban, menjemput momentum, peluang, dan kesempatan strategis. Tidak hanya ingin menjadi penonton, ia adalah pelopor dan pelaku pembangunan dengan modal ketekunan, semangat, kebersamaan, dan solidaritas yang terus-menerus dipupuk.
Dengan modal gagasan, ide, dan pikiran strategis, ia mendobrak kebekuan pemerintah yang selama ini menutup mata dan telinga pada dinamika sosial.
Ia adalah ruang dan kawah candradimuka yang membentuk, menciptakan, menggembleng, dan menempa generasi desa hingga bisa bersaing, survive, dan kompetitif di ruang-ruang pendidikan, organisasi, serta ruang pengabdian lainnya.
Generasinya adalah bom waktu yang kapan saja bisa meledak, mendobrak kebekuan pergerakan mahasiswa di
abad ke-21.
Generasi KPMM optimis bahwa masa depan adalah milik mereka yang menyiapkan hari ini, sebab capaian-capaian besar butuh waktu lama dan proses yang cukup.
Karena mimpi tak terbeli, mimpi harus diusahakan, mimpi harus diperjuangkan dengan air mata, dasar, dan semangat yang setiap waktu terus
kita korbankan.
Dengan komitmen, cinta, harapan, dan semangat berkarya, mencipta, dan memimpin, KPMM mempunyai citacita luhur dan mulia yang lahir dari denyut nadi rakyat yang tertindas, terzalimi, dan dirampas haknya.
Ia membuktikan itu dalam mengawal setiap problem dan persoalan masyarakat. Selayang pandang dan tapak tilas perjalanan KPMM telah menjadi cahaya dan obor semangat generasi baru anakanak yang tidak mampu secara ekonomi tetapi mempunyai semangat tinggi melampaui generasi dan zamannya.
Pasang surut organisasi ini selalu ada dalam setiap lintasan generasi, tetapi komitmen, cinta, dan harapan yang didasari rasa memiliki telah bertahan hingga sejauh ini.
Ia mengharapkan Di umur yang ke-10 tahun ini, satu dekade perjalanan perjuangan meskipun ia berjalan merangkak dan terseok-seok dari benturan sejarah peradaban, ia selalu ada, tetap ada, dan akan selalu ada untuk jalan generasi harapan Desa Maperaha, Muna Barat.
Tetap membumi, sebab itu sebagai komitmen dan tanggung jawab moral yang menginginkan KPMM terus maju dan berdaya saing serta mampu berdampak kepada
masyarakat.
Red














