Lensa.Rakyat.com, Maros || Inovasi digital berbasis edukasi kembali dihadirkan melalui program KKN Kebangsaan 2025. Desa Bonto Matinggi, yang berada di wilayah dengan potensi wisata dan risiko bencana, kini resmi memiliki sebuah website mitigasi bencana yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan para wisatawan.
Website ini dirancang untuk memberikan informasi penting mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan perjalanan wisata, serta langkah-langkah penanganan saat menghadapi situasi bencana seperti gempa bumi, banjir, dan tanah longsor.
Melalui artikel informatif dan video edukatif yang disajikan secara visual dan interaktif, pengunjung dapat mempelajari cara bertindak dalam keadaan darurat, mulai dari prosedur evakuasi, informasi persiapan menghadapi bencana, hingga panduan keselamatan pribadi.
Tidak hanya itu, website ini juga dilengkapi dengan fitur nomor darurat yang dapat langsung diakses jika terjadi kondisi tak terduga, sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat segera meminta bantuan saat dibutuhkan.
Salah satu peserta KKN Kebangsaan 2025 yang juga merupakan pengembang website ini menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir dari hasil kolaborasi antara dirinya dan masyarakat Desa Bonto Matinggi.
“Website ini saya kembangkan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung literasi kebencanaan di kawasan wisata. Harapannya, para wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memiliki pengetahuan dasar tentang kesiapsiagaan bencana,” ungkap Nazilatul Azza, mahasiswa Teknologi Informasi dari Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan.
Website mitigasi bencana Desa Bonto Matinggi ini dapat diakses melalui tautan : https://pemdesabontomatinggi.github.io/_mitigasibencanadesabontomatinggi/
Dengan kehadiran platform ini, Desa Bonto Matinggi tidak hanya memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata berbasis alam, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam membangun desa tangguh bencana melalui pendekatan teknologi dan edukasi digital.














