BERITA

KNPI dan Bea Cukai Sulsel Sosialisasikan Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda

117
×

KNPI dan Bea Cukai Sulsel Sosialisasikan Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda

Sebarkan artikel ini

Makassar, 2 Juli 2025 — Dalam upaya memperkuat perlindungan terhadap generasi muda dari bahaya narkoba, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bersama Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan menggelar sosialisasi pencegahan narkoba yang menyasar para pemuda sebagai calon penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kegiatan ini, narasumber dari Bea Cukai menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga diri dari jeratan narkotika dan segala bentuk modus peredaran gelap narkoba, termasuk yang kerap kali dibungkus dalam tawaran pekerjaan luar negeri dengan iming-iming gaji besar.

banner 970x250

“Kami harap adik-adik generasi muda tidak mudah tergoda dengan tawaran mencurigakan, baik itu pekerjaan di luar negeri tanpa kejelasan, maupun ajakan yang menjurus ke penyalahgunaan narkoba. Jangan mudah menerima titipan barang dari orang asing, karena bisa saja itu berisi narkotika tanpa sepengetahuan kita,” ujar narasumber dari Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Kanwil Bea Cukai Sulsel.

0-3968×2976-0-0-{}-0-24#

Kegiatan ini menjadi bagian dari program edukasi berkelanjutan yang baru pertama kali digelar oleh pengurus KNPI yang baru terbentuk tiga bulan terakhir. Fokus utama sosialisasi adalah memberikan pemahaman kepada pemuda tentang bahaya narkoba dan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai modus penyebarannya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan KNPI juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan terus dikembangkan ke berbagai kecamatan melalui program roadshow. Selain itu, mereka berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-Narkoba yang bertugas sebagai pengawas, edukator, dan pelapor dalam lingkungan masyarakat.

“Kita ingin membangun gerakan kolektif yang masif dan berkelanjutan. Tidak hanya dari internal KNPI, tetapi melibatkan seluruh stakeholder, seperti BNN, kepolisian, Bea Cukai, dan pembuat regulasi,” jelas perwakilan KNPI.

Tak hanya menyasar anak muda, edukasi bahaya narkoba ini juga akan diperluas ke kelompok pekerja informal seperti pengemudi dan buruh harian, yang juga rentan menjadi korban peredaran narkoba.

KNPI berharap Pemerintah Kota turut memberi perhatian serius terhadap isu ini dengan mendukung program-program preventif di kalangan generasi muda, baik melalui kegiatan sosial, olahraga, maupun seni yang disisipi pesan edukatif mengenai bahaya narkoba.

“Kami ingin anak-anak muda kita bisa menyongsong masa depan yang cerah tanpa terjerumus pada bahaya narkoba. Ini merupakan ancaman serius yang harus dilawan bersama,” tutupnya.

Penulis safri

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.