BERITA

KOSMA TIKEP menyayangkan insiden perkelahian antara oknum TNI dan POLRI di Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat

559
×

KOSMA TIKEP menyayangkan insiden perkelahian antara oknum TNI dan POLRI di Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat

Sebarkan artikel ini
Ket : Abdul Farid Pratama, Ketua Kelompok Studi Mahasiswa Tiworo Kepulauan (KOSMA TIKEP)

MUNA BARAT, Lensa-rakyat || Kelompok Studi Mahasiswa Tiworo Kepulauan (KOSMA TIKEP) menyayangkn atas insiden perkelahian antara oknum anggota TNI dan Polri yang terjadi pada malam takbiran di wilayah Tiworo Tengah.

Abdul Farid Pratama, ketua KOSMA TIKEP menilai peristiwa tersebut mencerminkan kegagalan dalam menjaga hubungan harmonis antara kedua institusi.

banner 970x250

“Aparat Penegak Hukum TNI dan POLRI yang mestinya menciptakan kedamaian dan kerukunan ditengah-tengah masyarakat justru menciptakan kegaduhan dan Konflik apalagi dalam hal ini juga melibatkan Masyarakat”.bebernya

Menurutnya kelalaian dalam menjaga suasana kondusif pada malam perayaan Idul Fitri menjadi faktor utama pecahnya ketegangan yang berujung pada bentrokan antar aparat.

“Kami menyesalkan insiden ini yang seharusnya tidak terjadi jika koordinasi dan pengawasan berjalan dengan baik. TNI dan Polri yang harusnya bersatu, saling mendukung, dan bekerja sama untuk menjaga keamanan negara, ketertiban masyarakat, bukan terlibat dalam konflik yang memperburuk situasi. Dan juga perlu di ingat bahwa sebagai bagian dari aparatur negara, keduanya seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal kedisiplinan, kerjasama, dan penghormatan terhadap hukum.”pungkasnya

“Solidaritas antar instansi ini sangat penting. Jika TNI dan POLRI tidak bisa menunjukkan kerjasama yang baik, bagaimana rakyat bisa merasa aman dan percaya pada sistem keamanan Negara? Kami ingin melihat kedua belah pihak kembali bersatu demi menjaga kedamaian dan kedaulatan hukum,” ujar Ketua KOSMA TIKEP dalam pernyataan resminya.

Kosma tikep juga menegaskan pihak institusi berwenang harus melakukan evaluasi terhadap insiden tersebut, baik dari institusi TNI maupun Polri agar menghimbau kepada anggotanya agar tidak terpancing terprovokasi dan tetap menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas.

KOSMA TIKEP berharap kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh aparat keamanan agar tetap menjunjung tinggi disiplin, menjaga sinergi, dan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Kabupaten Muna Barat.

redaksi

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.