BERITA

KTH Sangia Lestari Siapkan 2.000 Pohon untuk Wujudkan Agrowisata Puncak Wakila

16
×

KTH Sangia Lestari Siapkan 2.000 Pohon untuk Wujudkan Agrowisata Puncak Wakila

Sebarkan artikel ini

MUNA, lensa-rakyat.com || Sektor desa wisata banyak dipandang sebagai jawaban dalam upaya pengembangan wilayah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di berbagai daerah. Trend perjalanan yang semakin berkembang dari tahun ke tahun memicu peningkatan jumlah wisatawan hingga munculnya berbagai destinasi baru secara masif. Pengembangan desa wisata berbasis komunitas (Community Based Tourism) menjadi pilihan yang menarik terutama dalam pemberdayaan berbasis kelompok/ komunitas tak terkecuali bagi pedesaan.

 

banner 970x250

Konsep Agrowisata Puncak Wakila yang digaungkan oleh pemerintah desa (La Ode Rahmapo, S.Pd) menurutnya sangat strategis karena didalamnya terdapat potensi alam yang indah, potensi bidang pertanian, perkebunan, Peternakan, serta industri kreatif seperti kerajinan, hingga kebudayaan lokal. Berangkat dari hal tersebut, pemerintah desa bersama masyarakat berkeinginan untuk mengembangkan potensi tersebut secara lebih maksimal melalui sektor agrowisata sehingga ke depannya diperlukan langkah-langkah strategis dan kolaboratif dalam pelaksanaannya.

Mendukung konsep yang dicanangkan pemerintah desa tersebut, Ketua KTH Sangia Lestari (Hasrudin Hayat, S.Hut) Bersama anggota melakukan kajian-kajian stratergi dengan menawarkan konsep Pengelolaan Hutan yang Berbasis Masyarakat (PHBM). Olehnya itu, KTH Sangia Lestari akan melakukan aksi pananaman 2.000 tanaman produktif seperti Mangga, Alpukat dan Durian serta tanaman kayu seperti Mahoni dan beberapa tanaman pelindung seperti Ketapang Kencana, pola penanaman ini biasa disebut dengan pola Agroforestri.

“Melalui program ini, kami Kelompok Tani Hutan (KTH) Sangia Lestari hadir ditengah-tengah masyarakat dalam memberikan solusi dan aksi. Kami juga berharap dapat mewujudkan pengembangan wisata puncak wakila melalui konsep agrowisata dan hasilnya dapat memberikan nilai ekonomi berkelanjutan bagi Masyarakat Desa Kondongia” ucap Hasrudin Hayat

Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan di areal puncak wakila di Bulan April 2026. Dan akan melibatkan banyak pihak seperti Pemerintah Desa, Pengurus dan Anggota KTH Sangia Lestari, Masyarakat, Kelompok Pemuda dan Pelajar Pegiat Lingkungan, serta Siswa-siswi perwakilan SD, SMP dan SMA Desa Kondongia.

Tujuan program dari kegiatan ini adalah terciptanya kesadaran masyarakat untuk menanam tanaman pada lahan kosong atau memperbaiki lahan kritis serta lahan yang tidak produktif dengan jenis tanaman hutan dan tanaman Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) sehingga akan mengurangi volume degradasi lahan di Desa Kondongia. Sedangkan tujuan khusus dari program penanaman ini adalah Meningkatkan kesejahteraan Masyarakat desa dengan hasil tanaman produktif atau tanaman hutan, Penanggulangan banjir atau erosi, Memasyarakatkan Kembali tanaman kayu, serta Mendidik generasi muda akan pentingnya menanam pohon.

“Kedepan kami berencana akan melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih besar lagi dengan potensi lahan yang ada, tentunya kami sangat butuh dukungan dari banyak pihak, karena kami melihat khususunya Desa Kondongia masih banyak potensi lain yang kita kembangkan seperti peternakan, kehutanan, pertanian dan kebudayaan” tutupnya. ( Roy )