BERITA

Langkah Cepat Polri Dalam Membantu Korban Gempa

668
×

Langkah Cepat Polri Dalam Membantu Korban Gempa

Sebarkan artikel ini

Lensa-Rakyat.Com, Sumbar – Polri lakukan respon cepat menyusul terjadinya gempa yang cukup besar dan menimbulkan banyak kerusakan di Pasaman Barat, Sumbar. Badan Nasional Penanggulangan Bwncana (BNPB) mendata, gempa berkekuatan Mag:5.2 dengan kedalaman 10 KM terjadi pada hari Jumat, 25 Februari 2022, Pkl. 08:35:51 WIB, berpusat di 0.14 LU – 99.99 BT.  

Menurut BNPB pula, telah terjadi gempa susulan berkekuatan Mag:6.2 dengan kedalaman 10 KM pada hari Jumat, 25 Februari 2022, Pkl. 08:39:29 WIB, berpusat di 0.15 LU – 99.98 BT. Gempa susulan berikutnya berkekuatan Mag:5.0 25-Feb-22 11:02:20 WIB, Lok:0.15 LU,99.97 BT. Jumat (25/2/22).

banner 970x250

Lokasi pusat semua gempa tersebut berada di sekitar,16 km Timur Laut Pasaman Barat dengan kedalaman 10 Km. Lalu terjadi lagi gempa susulan berkekuatan Mag:5.1, 25-Feb-22 11:06:38 WIB, Lok:0.12 LU,99.98.

Gempa hebat yang mengguncang Kabupaten Pasaman Barat dikabarkan mulai memakan korban. BNPB mencatat korban jiwa sementara 6 orang tewas dan ratusan orang terluka dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Polri bertindak cepat. Pasukan Bhayangkara dikerahkan untuk membantu situasi tanggap darurat dengan mendirikan tenda di halaman rumah sakit. Tenda-tenda yang didirikan personil Polres Pasaman Barat itu segera digunakan untuk merawat korban gempa yang terus berdatangan dari banyak lokasi.

Daerah yang paling parah akibat gempa Pasaman Barat ini yakni Nagari Kajai Kecamatan Talamau, Kecamatan Kinali dan Kecamatan Ranah Batahan. Selain itu, tenda yang didirikan Polres Pasaman Barat tersebut juga dipakai menjadi shelter darurat pasien-pasien yang panik dan dilarikan dari dalam RS yang terdampak gempa

Selain di halaman Rumah Sakit, Polres Pasaman Barat juga mendirikan tenda di halaman Mapolres untuk tempat tinggal pengungsi. Tenda di Mapolres Pasaman Barat juga menyediakan tempat tidur darurat, makanan dan minuman, serta obat-obatan untuk kebutuhan sementara pengungsi.

Polres Pasaman Barat juga menurunkan personil untuk melakukan patroli bencana dan menyisir kawasan-kawasan terdampak guna mencari dan mengevakuasi warga yang menjadi korban menjadi korban bencana.

Sumber ( Tribratanews.polri.go.id )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.