TAKALAR | Ruang pertemuan Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar, mendadak “ramai”. Bukan riuhnya obrolan politik dan bantuan sosial, tapi oleh percakapan mengenai keberlanjutan Usaha Mikro dan Kecil yang ada di Desa Sanrobone. Sebagai bentuk Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen STIEM Bongaya memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang pentingnya Literasi Keuangan yang harus dipahami oleh pelaku Usaha Mikro agar mampu mengelola uang, sehari-hari melakukan pencatatan sederhana atas pendapatan dan pengeluaran harian agar pelaku usaha mikro di Desa Sanrobone ini memahami alur uang masuk dan keluar dan tidak menggunakan keuntungan usaha untuk keperluan konsumtif. Pemahaman produk keuangan juga dibutuhkan untuk keberlanjutan bisnisnya dan hal ini menjadi krusial untuk memisahkan uang pribadi dan usaha serta menghindari utang produktif.

Selain itu pelaku usaha mikro Desa Sanrobone juga dibekali pelatihan tentang Transformasi Digital dalam berusaha. Menurut Dr. Zulfikry Sukarno, SE, MM, sebagai narasumber menyatakan bahwa Transformasi digital saat ini telah menjadi salah satu pilar penting dalam perkembangan usaha mikro dan kecil. Mereka dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi yang sangat cepat dengan perubahan perilaku konsumen.

“Digitalisasi saat ini bukan lagi pilihan, tetapi tuntutan dan kebutuhan Usaha Mikro dan Kecil. Transformasi digital bukan hanya soal teknologi tapi bagaimana UMKM bisa bertahan dan relevan di tengah perkembangan zaman guna menjangkau pasar yang lebih luas sehingga memiliki daya saing,” kata Dr. Zulfikry Sukarno, SE, MM, melalui keterangannya.

Kegiatan yang bertema “Integritas Literasi Keuangan dan Transformasi Digital dalam Mendorong Ketahanan dan Daya Saing UMKM” ini digelar oleh Lembaga Penelitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIEM Bongaya sebagai wujud nyata Kampus STIEM Bongaya peduli dan ingin menaikkan status pelaku usaha mikro kecil Desa Sanrobone Naik Kelas.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Sandrobone, menurut Kepala Desa Sandrobone Bapak Abd. Azis Maluddin S.Sos, MM, bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat hingga beliau berencana akan membuat paguyuban pelaku usaha mikro kecil di Desanya.
Pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi digital UMKM melalui penyediaan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan UMKM diperlukan untuk menciptakan inovasi dan meningkatkan daya saing. Pemerintah terus mendorong transformasi digital di sektor UMKM termasuk penyediaan akses ke teknologi, pelatihan, dan pendanaan untuk membantu UMKM beradaptasi dengan perubahan. Pelaku usaha mikro kecil punya peluang besar untuk naik kelas, memperluas pasar, dan tumbuh secara berkelanjutan.













