BERITA

LMND Kota Kendari gelar Aksi penolakan Soeharto sebagai pahlawan Nasional

90
×

LMND Kota Kendari gelar Aksi penolakan Soeharto sebagai pahlawan Nasional

Sebarkan artikel ini

Kendari,lensa-rakyat.com || 10 November 2025 – Dalam momentum peringatan Hari Pahlawan, Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi kota Kendari (EK-LMND Kendari) menggelar aksi demonstrasi untuk menyatakan penolakan tegas terhadap Pemberian gelar pahlawan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes moral dan politik terhadap upaya negara yang dinilai tengah melakukan pemutihan sejarah kelam rezim Orde Baru. Bagi LMND, pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan merupakan bentuk legitimasi terhadap kekerasan negara dan pembangunan kapitalistik yang menindas rakyat miskin, buruh, tani, dan mahasiswa.

banner 970x250

“Bagaimana mungkin seorang diktator yang menumpahkan darah rakyat, membungkam demokrasi, dan menindas gerakan rakyat bisa disebut pahlawan? Ini adalah bentuk pelupaan sejarah dan pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan,”
tegas Jordi Apriyanto, Ketua EK-LMND Kota Kendari, dalam orasinya di tengah aksi.

LMND Kendari menilai bahwa di bawah kepemimpinan Soeharto, Indonesia menyaksikan berbagai tragedi kemanusiaan: mulai dari genosida 1965–1966, penembakan misterius (Petrus) pada 1980-an, pendudukan militer di Timor Timur, hingga pembunuhan dan penculikan aktivis serta mahasiswa pada Mei 1998. Semua peristiwa itu menjadi bukti bahwa kekuasaan Orde Baru dibangun di atas represi, kekerasan, dan pengkhianatan terhadap rakyat.

“Negara tidak boleh menutup mata terhadap sejarah kelam itu. Menjadikan Soeharto pahlawan berarti menginjak-injak ingatan para korban dan mengkhianati perjuangan rakyat yang gugur melawan tirani,”
lanjut Jordi.

Dalam aksinya, massa LMND Kendari membawa spanduk dan bendera merah sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan, serta menyerukan agar seluruh elemen gerakan rakyat dan mahasiswa bersatu menolak pelupaan sejarah dan melawan legitimasi kekuasaan yang menindas.

LMND Kendari menegaskan bahwa Hari Pahlawan seharusnya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan rakyat, bukan untuk memuliakan penguasa yang berlumur darah rakyatnya.

“Pahlawan sejati adalah mereka yang berkorban demi bangsa dan negara, bukan yang menindas rakyat demi mencapai kekuasaan,” tutup pernyataan resmi Jordi Apriyanto ketua LMND kota Kendari.

Ode Sar