BERITA

Naik Heli, Kapolri Cek Alur Lahar Erupsi Semeru dari Udara

392
×

Naik Heli, Kapolri Cek Alur Lahar Erupsi Semeru dari Udara

Sebarkan artikel ini

Lensa-Rakyat.Com, Lumajang – Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. mengecek dampak muntahan material Semeru yang erupsi akhir pekan lalu. Pengecekan tersebut dilakukan lewat udara dengan menggunakan helikopter milik Polri, Selasa (7/12/2021).

Dengan memulai patroli udara pada pukul 8.30 WIB, Kapolri berangkat bersama Kapolda Jawa Timur Irjen. Pol. Dr. Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., Asisten bidang Operasi (Asops) Kapolri Irjen. Pol. Drs. Imam Sugianto, M.Si., Dankor Brimob Irjen. Pol. Drs. Anang Revandoko, Asisten Bidang Logistik Kapolri Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si., Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. dan Kadiv Propam Polri Irjen. Pol. Ferdy Sambo, S.H., S.I.K., M.H.

banner 970x250

Dari pantauan udara terlihat lautan pasir memenuhi alur lahar di kawasan lereng hingga kawasan pertambangan pasir. Dari kejauhan Gunung Semeru masih mengepulkan asap tebal. Sementara sebagian lereng juga terlihat rusak akibat terjangan lahar dan awan panas Gunung Semeru.

Dalam penjelasannya, Asisten Bidang Logistik Kapolri mengatakan bahwa untuk memberikan penguatan sarana prasarana terkait manajemen bencana. Misalnya dapur umum di tempatkan di wilayah pengungsian dan penyulingan air. Nantinya Polri akan memperbanyak tenda dapur umum serta kelengkapannya, dan alat penyulingan air yang alam digunakan saat situasi bencana.

“Kedepan sarana seperti ini akan kami perbanyak untuk membantu kalau ada kejadian lagi, mengingat Indonesia rawan bencana. Polri akan terus berusaha untuk tetap melanjutkan pencarian korban terdampak bencana erupsi Gunung Semeru serta memastikan penanganan bencana alam berjalan baik, mulai dari evakuasi korban hingga membantu warga,” tutup mantan Kadiv Humas Polri tersebut.

Sumber ( Tribratanews.polri.go.id )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.