Makassar, 27 Januari 2026 – Di bawah kepemimpinan Wakapolsek Tallo AKP Syahuddin Rahman, SH, personel Polsek Tallo pagi ini turun langsung ke lapangan untuk menggelar kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan. Kegiatan ini digelar pada pukul 08.00 WITA di Kelurahan Bunga Eja beru, Kecamatan Tallo, Makassar, bekerja sama dengan pemuda setempat dan petugas kebersihan kecamatan. Fokus utama pembersihan adalah sepanjang pinggir kanal Kandea, yang sering menjadi titik rawan akibat sampah dan genangan air.
Kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih biasa. Lebih dari itu, menjadi bentuk nyata pencegahan perang kelompok di wilayah Tallo yang rawan konflik antarwarga. “Kami ingin menunjukkan bahwa polisi tidak hanya bertugas menangani masalah setelah terjadi, tapi juga mencegahnya melalui pendekatan positif seperti ini,” ujar Wakapolsek Tallo AKP Syahuddin Rahman saat ditemui di lokasi. Ia menekankan, lingkungan bersih menciptakan suasana kondusif bagi masyarakat, mengurangi potensi gesekan antar pemuda yang kerap dipicu oleh faktor lingkungan semrawut.
Sekitar 30 personel Polsek Tallo bergabung dengan puluhan pemuda Kelurahan Bunga Eja beru dan tim petugas kebersihan Kecamatan Tallo. Mereka membawa peralatan sederhana seperti sapu, pengki, karung sampah, dan alat potong rumput. Pinggir kanal Kandea yang sebelumnya dipenuhi sampah plastik, daun kering, dan ilalang tinggi, perlahan berubah wajah. Air kanal yang sempat tersumbat mulai mengalir lancar, sementara jalan setapak di sekitarnya pun ikut dibersihkan dari tumpukan sampah rumah tangga.
Kapolsek Tallo AKP Asfada, SE, MH, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. “Saya bangga dengan langkah proaktif personel dan mitra masyarakat. Gotong royong seperti ini memperkuat sinergi Polri dengan warga, sekaligus menjadi contoh bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Wilayah Tallo yang dulu sering didera tawuran kini mulai berubah berkat kolaborasi semacam ini,” katanya melalui pernyataan resmi. Kapolsek menambahkan, kegiatan serupa akan terus digencarkan untuk menjangkau seluruh kecamatan.
Masyarakat Kelurahan Bunga Ej beru pun menyambut positif aksi ini. Andi, salah seorang pemuda peserta, mengatakan, “Dulu pinggir kanal ini jadi tempat buang sampah sembarangan, sering banjir pula. Sekarang bersih, kami merasa lebih aman dan nyaman. Terima kasih Polsek Tallo yang mau turun tangan bareng kami.” Tak hanya membersihkan fisik lingkungan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi, di mana personel polisi berbincang santai dengan warga sambil membagikan pesan tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan.
Kanal Kandea sendiri merupakan salah satu infrastruktur vital di Tallo yang menghubungkan pemukiman padat dengan sungai utama. Kebersihannya krusial untuk mencegah banjir musiman dan penyakit akibat vektor seperti nyamuk. Melalui gotong royong ini, Polsek Tallo tidak hanya membersihkan sampah fisik, tapi juga “membersihkan” potensi konflik sosial. Data Polsek Tallo mencatat, sepanjang 2025, kasus tawuran antar kelompok pemuda menurun 40 persen berkat pendekatan komunitas seperti ini.
Kegiatan berlangsung selama tiga jam dan diakhiri dengan doa bersama serta pembagian masker dan handsanitizer kepada warga. Inisiatif Polsek Tallo ini patut menjadi teladan bagi unit kepolisian lain di Makassar. Di tengah tantangan urbanisasi yang pesat, gotong royong tetap menjadi senjata ampuh untuk membangun Makassar yang lebih aman, bersih, dan harmonis.














