BERITADAERAH

Perayaan Tri Suci Waisak Keluarga Buddhis Brahmavihara (KBBV)

269
×

Perayaan Tri Suci Waisak Keluarga Buddhis Brahmavihara (KBBV)

Sebarkan artikel ini

Ratusan umat Buddha di Makassar dan sekitarnya dengan khidmat mengikuti serangkaian acara perayaan Tri Suci Waisak 2569 BE / 2025 M yang dipusatkan di Klenteng Kwan Kong ( Rumah Ibadah Satya Dharma ) di Makassar. Perayaan tahun ini mengangkat tema “Hari Raya Trisuci Waisak 2569 BE 12 Mei 2025. Dengan mengangkat tema “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan, Mewujudkan Perdamaian Dunia”

Sejak pagi hari, umat Buddha mulai memadati Klenteng Kwan Kong. Mereka membawa persembahan berupa bunga, buah-buahan, dan dupa sebagai wujud bakti dan penghormatan kepada Buddha, Dharma, dan Sangha. Rangkaian acara diawali dengan puja bakti, meditasi bersama, dan mendengarkan Dhamma (ajaran Buddha) yang disampaikan Kepala Bhikkhu. 

banner 970x250

Salah satu momen penting dalam perayaan ini adalah penaikan Panji Buddhis, Padakkhina dipimpin Hasdy, S.Si., M.Si.,

Sementara itu penyampaian hikmah Waisak oleh YM Bhikkhu Kovido, pelaksana Keluarga Buddhis Brahmavihara (KBBV) dan oleh para Bhikkhu dan tokoh Agama Buddha.

Pada hikmah perayaan tahun ini, ada sesuatu yang perlu dipetik yaitu mewujudkan perdamaian dunia dengan ajaran Budha yang bersumber pada Empat Kebenaran Mulia (Arya Satya).

Dan khususnya di Kota Makassar, para umat Budha senantiasa menjaga tali silaturahmi antar umat beragama. Salin membantu dan bergotong royong guna menciptakan Kota Makassar yang aman dan bertoleransi.

Prosesi ini memiliki makna simbolis sebagai pembersihan diri dan menyebarkan energi positif kepada sesama. Umat tampak khusyuk mengikuti setiap tahapan acara dengan mengenakan pakaian serba putih atau pakaian tradisional.

Ketua Panitia Perayaan Waisak Makassar, Hasdy, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa perayaan Tri Suci Waisak merupakan momen penting bagi umat Buddha untuk mengenang tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu kelahiran, pencapaian Penerangan Sempurna, dan Parinibbana (wafat).

Suasana khidmat dan penuh sukacita terasa di sepanjang acara. Para umat Buddha dari berbagai kalangan usia tampak berbaur dan saling berbagi kebahagiaan. Kehadiran perwakilan dari berbagai organisasi keagamaan dan tokoh masyarakat juga menambah semarak perayaan, menunjukkan semangat kebersamaan dan toleransi antar umat beragama di Kota Makassar.