BERITA

Presiden Jokowi Apresiasi TNI-Polri Tangani COVID-19 : Kerja Keras, Kasus Turun

472
×

Presiden Jokowi Apresiasi TNI-Polri Tangani COVID-19 : Kerja Keras, Kasus Turun

Sebarkan artikel ini

Lensa-Rakyat. Com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi jajaran TNI-Polri yang telah membantu pemerintah dalam menurunkan angka kasus COVID-19. Meski demikian, Presiden meminta TNI-Polri tetap waspada karena adanya varian baru COVID-19, yakni Omicron.

“Pada kesempatan yang baik ini saya ingin sampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya pada jajaran Polri dan jajaran TNI, yang betul-betul saya liat pelaksanaan di lapangan mati-matian karena juga takut dicopot,” kata Jokowi saat menyampaikan arahan kepada Kasatwil di Bali seperti dilihat di video yang ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (3/12/2021).

banner 970x250

“Kalau tidak bisa mengendalikan (kasus COVID-19) di provinsinya, di kotanya, di kabupatennya, saya udah titip kepada Kapolri. Hati-hati kapoldamu, kalau kira-kira naik terus, saya akan perintah untuk ganti, ternyata turun, turun, turun, turun, artinya semua takut dicopot,” sambung Jokowi.

Kasus Corona di Indonesia dari 56 ribu kini telah turun drastis ke 311 kasus. Jokowi mengatakan penurunan kasus ini merupakan capaian yang luar biasa yang tidak semua negara bisa melakukan.

“Ini sebuah capaian yang luar biasa. Dan tidak semua negara mampu seperti ini. Yang di level 1 sekarang ini: Indonesia, China, India, Jepang dan Taiwan. Ini negara besar sekali. Gede banget. Tapi bisa mengendalikan itu. Itu yang kita harus benar-benar bersyukur,” ujar Jokowi.

Namun, lanjut Jokowi, ancaman COVID-19 ini belum selesai. Jokowi meminta semua pihak tetap waspada, mengingat saat ini Corona varian Omicron telah sampai ke Singapura.

“Kita boleh bersyukur,boleh berbangga tapi tetap harus waspada. Hati-hati yang namanya sekarang ancaman gelombang keempat varian Omicron. Hati-hati. Tadi pagi saya dapat kabar sudah sampai ke Singapura. Utamanya polda-polda yang berjaga-jaga dengan perbatasan negara-negara lain,” ujar Jokowi.

( Humas Polri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.