BERITA

Sejarah Sanrobone dan Pesan Persatuan Disampaikan pada Pelantikan Pengurus KKS

154
×

Sejarah Sanrobone dan Pesan Persatuan Disampaikan pada Pelantikan Pengurus KKS

Sebarkan artikel ini
0-3968x2976-0-0-{}-0-24#

Makassar, 9 Agustus 2025 – Pelantikan dan pengukuhan Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sanrobone (KKS) periode 2025–2029 berlangsung khidmat di Hotel Grand Imawan, Makassar. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan pejabat daerah, termasuk Dewan Pembina yang terdiri dari Gubernur Sulawesi Selatan, Kapolda Sulselbar, Pangdam Hasanuddin, Wali Kota Makassar, Bupati Takalar, Kapolrestabes Makassar, Camat Syarifudin, serta tokoh masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, salah satu tokoh KKS menyampaikan sejarah panjang Sanrobone yang erat kaitannya dengan Kerajaan Gowa. Dijelaskan bahwa raja pertama Sanrobone adalah Raja Gowa ke-5 bergelar Tahapan di Sambilloto atau Tahapan di Tuban, yang diminta memimpin wilayah Tuban. Wilayah Sanrobone sendiri berawal dari daerah Jeneponto, dengan batas-batas alam seperti sungai yang memisahkan daerah, hingga berkembang menjadi pusat lahirnya bangsawan di berbagai daerah.

banner 970x250
0-3968×2976-0-0-{}-0-24#

Kerajaan-kerajaan kecil di wilayah tersebut dahulu dipersatukan oleh para raja keturunan Gowa, termasuk raja kedua Sanrobone yang dikenal kaya, bijak, dan taat beribadah. Ikatan kekerabatan yang kuat, termasuk melalui pernikahan antarkerajaan, membentuk jaringan persaudaraan yang luas di tanah Makassar dan sekitarnya.

Tokoh tersebut menegaskan pentingnya mengingat sejarah agar tetap menghargai akar dan jati diri. Ia juga mengajak seluruh keturunan Sanrobone di mana pun berada untuk bersatu, memelihara kerukunan, dan berkontribusi membangun kampung halaman.
“Mari kita bersama-sama dalam kebenaran, untuk membesarkan tanah kelahiran kita,” ujarnya.

0-3968×2976-0-0-{}-0-24#

Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Umum Haji Imam, didampingi Haji Maku Sisig, deng nutung untuk masa bakti 2025–2029. Sebelum dilantik, seluruh pengurus mengucapkan sumpah jabatan, berjanji setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, patuh pada peraturan organisasi, serta bekerja dengan tulus, penuh kebersamaan, dan semangat persaudaraan demi kemajuan KKS.

Dalam pernyataan pelantikannya, Haji Imam menyampaikan harapan agar seluruh pengurus yang dilantik senantiasa diberi kekuatan dan kemampuan dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada bangsa, negara, dan organisasi.

Penulis safri

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.