Makassar, 9 Agustus 2025 – Pelantikan dan pengukuhan Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sanrobone (KKS) periode 2025–2029 berlangsung khidmat di Hotel Grand Imawan, Makassar. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan pejabat daerah, termasuk Dewan Pembina yang terdiri dari Gubernur Sulawesi Selatan, Kapolda Sulselbar, Pangdam Hasanuddin, Wali Kota Makassar, Bupati Takalar, Kapolrestabes Makassar, Camat Syarifudin, serta tokoh masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, salah satu tokoh KKS menyampaikan sejarah panjang Sanrobone yang erat kaitannya dengan Kerajaan Gowa. Dijelaskan bahwa raja pertama Sanrobone adalah Raja Gowa ke-5 bergelar Tahapan di Sambilloto atau Tahapan di Tuban, yang diminta memimpin wilayah Tuban. Wilayah Sanrobone sendiri berawal dari daerah Jeneponto, dengan batas-batas alam seperti sungai yang memisahkan daerah, hingga berkembang menjadi pusat lahirnya bangsawan di berbagai daerah.

Kerajaan-kerajaan kecil di wilayah tersebut dahulu dipersatukan oleh para raja keturunan Gowa, termasuk raja kedua Sanrobone yang dikenal kaya, bijak, dan taat beribadah. Ikatan kekerabatan yang kuat, termasuk melalui pernikahan antarkerajaan, membentuk jaringan persaudaraan yang luas di tanah Makassar dan sekitarnya.
Tokoh tersebut menegaskan pentingnya mengingat sejarah agar tetap menghargai akar dan jati diri. Ia juga mengajak seluruh keturunan Sanrobone di mana pun berada untuk bersatu, memelihara kerukunan, dan berkontribusi membangun kampung halaman.
“Mari kita bersama-sama dalam kebenaran, untuk membesarkan tanah kelahiran kita,” ujarnya.
Prosesi pelantikan dipimpin Ketua Umum Haji Imam, didampingi Haji Maku Sisig, deng nutung untuk masa bakti 2025–2029. Sebelum dilantik, seluruh pengurus mengucapkan sumpah jabatan, berjanji setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, patuh pada peraturan organisasi, serta bekerja dengan tulus, penuh kebersamaan, dan semangat persaudaraan demi kemajuan KKS.
Dalam pernyataan pelantikannya, Haji Imam menyampaikan harapan agar seluruh pengurus yang dilantik senantiasa diberi kekuatan dan kemampuan dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada bangsa, negara, dan organisasi.
Penulis safri














