Makassar, 18 Februari 2026 – Suasana harmonis kembali menyelimuti Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, setelah kesepakatan damai tercapai antara dua warga akibat perselisihan sepele. Peristiwa ini terjadi pada Selasa malam, 17 Februari 2026, pukul 23.00 WITA, di Jalan Kandea 3, Poros RW 02, tepat di kediaman Bapak H. Makmur.
Konflik bermula dari kesalahpahaman antara Sdr. IW dan Sdr. AH terkait pistol jeli mainan anak. Awalnya, pertengkaran kecil ini berpotensi memicu ketegangan di lingkungan, namun cepat ditangani melalui mediasi oleh aparat setempat. Bhabinkamtibmas Polsek Tallo untuk Kelurahan Bunga Eja Beru, Aipda Ilyas, bersinergi erat dengan Babinsa Bunga Eja Beru, Sertu Rasdi, untuk mempertemukan kedua belah pihak.
Dalam pertemuan damai yang berlangsung khidmat, IW dan AH saling memaafkan secara tulus. “Kami bersyukur ada mediasi ini. Yang penting damai, demi anak-anak dan tetangga,” ujar salah satu pihak yang enggan disebut namanya. Proses mediasi ini menekankan pentingnya dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan rumah tangga warga.
Kapolsek Tallo, AKP Asfada, SE, MH, menyambut positif hasil mediasi tersebut. “Saya mengapresiasi kinerja Bhabinkamtibmas Aipda Ilyas dan Babinsa Sertu Rasdi. Sinergi Polri dan TNI Koramil dalam menjaga Kamtibmas adalah kunci utama. Ini bukti bahwa pendekatan preventif lebih efektif daripada represif,” tegas AKP Asfada saat dikonfirmasi, Rabu (18/2).
Peristiwa ini menjadi contoh nyata komitmen Polsek Tallo dalam program Kamtibmas berbasis masyarakat. Sejak awal tahun 2026, Polsek Tallo telah menangani puluhan kasus sengketa serupa dengan tingkat keberhasilan damai mencapai 90 persen. “Kami terus dorong Bhabinkamtibmas turun langsung ke lapangan, deteksi dini potensi konflik,” tambah Kapolsek.
Babinsa Sertu Rasdi juga menekankan peran TNI dalam mendukung stabilitas wilayah. “Sinergi ini sudah jadi budaya. Warga Tallo percaya pada kami untuk jaga harmoni,” katanya.
Kepala Kelurahan Bunga Eja Beru mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah preventif menjelang bulan suci Ramadan. “Damai seperti ini bikin kita fokus ibadah, bukan ribut-ribut kecil,” ungkapnya.
Kasus serupa sering terjadi di wilayah urban Makassar, di mana isu sepele seperti mainan anak bisa membesar jika tak dimediasi cepat. Data Polresta Makassar mencatat penurunan 15 persen kasus sengketa rumah tangga tahun ini berkat pendekatan serupa.
Polsek Tallo mengajak warga aktif laporkan potensi konflik ke Bhabinkamtibmas terdekat. “Damai dimulai dari kita semua,” pesan AKP Asfada.
Dengan kesepakatan ini, RW 02 Bunga Eja Beru kembali kondusif. Semoga jadi inspirasi bagi masyarakat lain di Makassar untuk prioritaskan musyawarah.
Sengketa Pistol Mainan Anak Berujung Damai di Tallo Makassar, Sinergi Polisi-TNI Sukses Mediasi











