BERITA

Situasi Kamtibmas di Sulawesi Selatan Kondusif, Aksi Unjuk Rasa Berjalan Aman

134
×

Situasi Kamtibmas di Sulawesi Selatan Kondusif, Aksi Unjuk Rasa Berjalan Aman

Sebarkan artikel ini

Makassar, 23 Oktober 2025 — Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif. Berdasarkan pemantauan hingga tanggal 22 Oktober 2025, sejumlah rencana aksi unjuk rasa di beberapa daerah berjalan dengan tertib tanpa gangguan berarti.

Diketahui, pada tanggal 20 Oktober 2025, yang bertepatan dengan satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sempat direncanakan sebanyak 35 aksi unjuk rasa di wilayah Sulawesi Selatan. Namun, dari jumlah tersebut, 17 aksi dapat berjalan dengan baik, sementara 18 aksi lainnya dibatalkan oleh penyelenggara masing-masing. Dari 17 aksi yang terlaksana, 3 di antaranya mengangkat isu nasional terkait momentum satu tahun pemerintahan, sedangkan 14 lainnya membahas isu-isu lokal di wilayah setempat.

banner 970x250

Selanjutnya, pada tanggal 21 Oktober 2025, terdapat 14 rencana aksi unjuk rasa, namun hanya 7 kegiatan yang terlaksana, sedangkan 7 lainnya dibatalkan. Rangkaian aksi tersebut umumnya mengangkat isu sosial dan ekonomi lokal.

Sementara itu, pada 22 Oktober 2025, tercatat 10 rencana aksi unjuk rasa di tengah masyarakat, namun hanya 5 kegiatan yang benar-benar berlangsung, sementara sisanya batal dilaksanakan.

Pihak kepolisian bersama seluruh instansi terkait terus berkoordinasi dan menggerakkan sumber daya yang ada untuk memastikan seluruh kegiatan masyarakat, termasuk penyampaian aspirasi, dapat berlangsung aman, tertib, dan sesuai ketentuan hukum.

“Situasi kamtibmas yang kondusif ini merupakan hasil kerja sama antara aparat pemerintah dan seluruh elemen masyarakat di Sulawesi Selatan. Kondisi aman dan damai ini patut kita syukuri bersama,” ujar perwakilan dari jajaran kepolisian dalam keterangan resminya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah bersama masyarakat akan terus bahu-membahu menjaga keamanan wilayah agar Provinsi Sulawesi Selatan tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan tertib.

“Insya Allah, kebersamaan ini akan terus kita pertahankan agar situasi damai dan kondusif selalu terwujud di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

penulis (safri)

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.