BERITA

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Bagi Pasangan Usia Subur Digelar Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar

64
×

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Bagi Pasangan Usia Subur Digelar Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar

Sebarkan artikel ini
0-3840x2160-0-0-{}-0-24#

Makassar — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Makassar melalui Bidang Sosial Budaya menggelar kegiatan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi bagi Pasangan Usia Subur sebagai bagian dari Program Kerja Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias di hadapan para pengurus dan peserta dari berbagai perwakilan OPD se-Kota Makassar.

Ijin0-3840×2160-0-0-{}-0-24#

Acara dibuka dengan sambutan dari Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar, Hj. Fatma Wahyudin, yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan yang dinilai sangat penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kesehatan reproduksi, khususnya bagi pasangan usia subur.

banner 970x250

“Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Swt karena dengan rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul dalam agenda sosialisasi kesehatan reproduksi bagi pasangan usia subur. Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Makassar atas ruang dan dukungan yang diberikan kepada Dharma Wanita Persatuan untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar beliau.

0-3840×2160-0-0-{}-0-24#

Pada kesempatan tersebut, Hj. Fatma Wahyudin juga memperkenalkan diri kepada para peserta. Ia menjelaskan bahwa meski secara struktural dirinya otomatis menjadi Ketua DWP Kota Makassar sebagai istri Wakil Wali Kota, namun karena tugasnya sebagai anggota DPRD provinsi, jabatan ketua diserahkan kepada Ibu Ketua DWP Kota Makassar, yang merupakan istri dari Kepala Dinas Perumahan Kota Makassar. Sementara dirinya tetap menjalankan peran sebagai Penasehat DWP.

Beliau juga menegaskan pentingnya edukasi tentang kesehatan reproduksi, terutama bagi pasangan usia subur untuk mewujudkan keluarga yang sehat, terencana, dan berkualitas. Sosialisasi ini menghadirkan dr. Fandi Ananda, Sp.OG, M.Ts, sebagai narasumber utama. Kehadirannya memberikan penjelasan langsung terkait kesehatan reproduksi, perencanaan kehamilan, serta upaya pencegahan risiko kesehatan pada pasangan usia subur.

0-6400×3600-0-0-{}-0-24#

“InsyaAllah, dr. Fandi akan memberikan materi secara lengkap terkait kesehatan reproduksi. Beliau adalah sahabat dan juga keluarga besar kami, sehingga kami yakin ilmu yang diberikan sangat bermanfaat untuk kita semua,” tambah Hj. Fatma Wahyudin.

Acara berlangsung hangat dengan moderator yang memandu jalannya diskusi dan sesi tanya jawab. Para peserta tampak aktif mengikuti rangkaian materi dan saling bertukar pendapat.

Di akhir sambutannya, Hj. Fatma Wahyudin berharap agar kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan reproduksi, baik bagi perempuan maupun laki-laki. Ia juga meminta maaf karena harus meninggalkan ruangan lebih awal untuk melaksanakan tugas lainnya.

0-3840×2160-0-0-{}-0-24#

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen DWP Kota Makassar dalam mendukung pembangunan manusia melalui edukasi kesehatan, khususnya bidang sosial budaya.

Editor safri, pimpinan redaksi/diana Sari IPA)

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.