BERITA

Tentukan Batas Pembangunan Jalan, Satgas TMMD Laksanakan ini

663
×

Tentukan Batas Pembangunan Jalan, Satgas TMMD Laksanakan ini

Sebarkan artikel ini

Lensa-Rakyat.comLima Puluh Kota : Pembangunan jalan yang menjadi fokus utama kegiatan TMMD/N ke 111 sampai hari ini terus digenjot agar mencapai target waktu yang telah ditentukan. Waktu pengerjaan jalan ini hanya terhitung satu bulan, sesuai dengan rentang waktu yang berlaku untuk kegiatan TMMD/N ke 111 Kodim 0306/50 Kota yang dilaksanakan saat ini.

Selasa (22/6/2021) nampak beberapa orang personil Satgas nampak nampak melakukan pemasangan batok bersama anggota Satgas TMMD/N ke 111 lainnya di lokasi jalan TMMD/N yang akan dibuka. Pemasangan batok ini dilakukan untuk menentukan batas-batas yang akan di gunakan untuk pembangunan jalan.

banner 970x250

Sertu Sugeng salah seorang personil satgas menyampaikan, bahwa pembangunan jalan ini harus dilakukan dengan ekstra. Mengingat waktu yang tersedia hanya sedikit, sedangkan jalan yang akan dibangun lumayan panjang. Butuh keseriusan dalam melakukan kegiatan ini, baik itu dari pihakk satgas sendiri maupun dari pihak warga. Pemasangan batok ini berjalan dengan lancar, ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.