Lensa-Rakyat.com, Majene| Tomalolo Tomakappa Majene 2024 berhasil menggelar program pengabdian masyarakat yang penuh dampak positif bagi Dusun Ratte, Desa Banua Adolang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Kegiatan ini berlangsung dari 4 hingga 10 Januari 2025, dipimpin oleh sang juara 1 Tomakappa Majene 2024, Muh. Agus Syam, dengan tujuan untuk memberikan kontribusi nyata di empat bidang utama: pendidikan, budaya, kesehatan, dan pariwisata (20/02/2025).
Empat Pilar untuk Desa yang Lebih Baik
Program ini dirancang untuk mendorong kemajuan Desa Banua Adolang dengan pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan, pelestarian budaya, pengelolaan kesehatan yang lebih baik, dan pengembangan sektor pariwisata.
Pendidikan yang Mencerahkan
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pendidikan, yang meliputi pelatihan bagi guru, pemberian bantuan sarana dan prasarana pendidikan, serta berbagai program pembelajaran untuk anak-anak desa. Dengan memberikan pengetahuan yang berkualitas, program ini bertujuan untuk memperkuat fondasi pendidikan di desa tersebut agar anak-anak di Dusun Ratte dapat memiliki akses pendidikan yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Pelestarian Budaya Lokal
Kegiatan pengabdian ini juga mengedepankan pelestarian budaya, dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan yang menggali kembali kekayaan budaya lokal, seperti tarian tradisional, kerajinan tangan, dan upacara adat. Masyarakat diberikan pelatihan untuk melestarikan dan mengembangkan budaya mereka, agar bisa menjadi warisan yang terus dikenang dan dihidupkan oleh generasi mendatang. “Budaya adalah identitas kita. Dengan menjaga dan mengembangkan budaya lokal, kita bisa memperkenalkan kekayaan tradisi kepada dunia,” ungkap Muh. Agus Syam.
Kesehatan untuk Kehidupan yang Lebih Baik
Bidang kesehatan juga mendapat perhatian serius dalam kegiatan ini. Masyarakat diberikan penyuluhan tentang pentingnya pola hidup sehat, pencegahan penyakit, sanitasi, serta cara-cara menjaga kebersihan lingkungan. Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat Dusun Ratte dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan mereka, serta mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.
Mengoptimalkan Potensi Pariwisata
Sektor pariwisata menjadi pilar terakhir yang diperkenalkan melalui pelatihan dan workshop untuk mengoptimalkan potensi alam dan budaya yang ada di desa. Masyarakat diberikan pemahaman tentang bagaimana mengelola objek wisata lokal, mempromosikan desa sebagai destinasi wisata, serta memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi wisatawan. “Kami percaya, dengan mengelola potensi pariwisata secara baik, Desa Banua Adolang bisa menjadi tempat yang menarik bagi wisatawan, sekaligus mendongkrak ekonomi lokal,” tambah Agus Syam.
Respons Positif dan Harapan Masa Depan
Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat Dusun Ratte, yang merasa sangat terbantu dengan pelatihan dan edukasi yang diberikan. Mereka berharap, dengan adanya program ini, Desa Banua Adolang bisa berkembang pesat, tidak hanya dalam bidang kesehatan, tetapi juga dalam pendidikan, pelestarian budaya, dan pariwisata.
“Ini adalah awal yang baik untuk desa kami. Kami yakin dengan ilmu yang kami dapat, desa kami bisa lebih maju, sejahtera, dan menjadi contoh bagi desa lain,” ujar salah satu warga setempat.
Mengukir Jejak Perubahan
Tomalolo Tomakappa Majene 2024 berhasil menunjukkan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil yang nyata. Dengan fokus pada empat bidang utama ini, program pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan dampak positif dalam jangka pendek, tetapi juga menciptakan dasar yang kuat untuk masa depan desa yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Muh. Agus Syam dan timnya membuktikan bahwa semangat pemuda bisa menjadi kekuatan utama dalam membangun desa dan meraih kemajuan bersama.














