BERITA

Zero Tolerance Perang Kelompok: AKP Asfada Kumpulkan Tokoh Masyarakat Kampung Sapiria

50
×

Zero Tolerance Perang Kelompok: AKP Asfada Kumpulkan Tokoh Masyarakat Kampung Sapiria

Sebarkan artikel ini

Makassar, 26 Januari 2026 – Kapolsek Tallo AKP Asfada, SE, MH, menggelar pertemuan darurat di ruangan Polsek Tallo pada Senin (26/1) pukul 11.00 WITA. Acara ini khusus membahas upaya pencegahan dan penanganan permasalahan perang kelompok di Kampung Sapiria, Kelurahan Lembo. Hadir perwakilan RT/RW setempat, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa yang turut andil dalam menjaga ketertiban wilayah.

Pertemuan ini muncul sebagai respons cepat terhadap laporan-laporan intelijen tentang potensi konflik kelompok di Kampung Sapiria, kawasan rawan gesekan antarwarga. AKP Asfada menekankan pendekatan zero tolerance terhadap pelaku perang kelompok. “Upaya ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman kepada warga. Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang terlibat,” tegas Kapolsek di depan puluhan peserta.

banner 970x250

Fokus Diskusi: Deteksi Dini dan Pelaporan Anonim

Ruangan Polsek Tallo penuh sesak dengan semangat kolaborasi. AKP Asfada secara khusus meminta RT/RW untuk segera melaporkan kejadian apa pun yang berpotensi memicu perang kelompok. “Laporan bisa dilakukan secara anonim langsung ke Kapolsek Tallo melalui WhatsApp atau telepon. Jangan tunggu sampai ramai dan ada korban jiwa,” pintanya.

Peserta sepakat membentuk jaringan pelaporan cepat. Bhabinkamtibmas bertanggung jawab memantau lapangan, sementara Babinsa memperkuat patroli gabungan TNI-Polri. Data Polsek Tallo menunjukkan Kampung Sapiria mencatat enam insiden kecil tahun lalu, mayoritas dipicu sengketa kecil seperti bola sepak atau hutang piutang yang membesar karena lambat ditangani.

Kapolsek juga menyentuh isu media sosial sebagai pemicu utama. “Provokasi online sering jadi bensinnya. Warga diminta screenshot dan laporkan segera. Kami koordinasi dengan cyber team Polda Sulsel untuk blokir akun provokator,” jelasnya.

Penegasan Keras Kapolsek: Jangan Biarkan Anak Rusak

AKP Asfada tak henti-hentinya menegaskan komitmen zero tolerance. Ia menyampaikan harapan dan pesan tegas yang langsung mengena di hati peserta. “Jangan ada pembiaran! Diam berarti biarkan anak rusak. Banyak pemuda berpotensi jadi atlet atau pengusaha, tapi terjerat tawuran hingga penjara,” katanya dengan nada prihatin.

Lebih lanjut, Kapolsek menyerukan, “Jangan lindungi pelaku. Yang dilindungi adalah masa depan kampung. Laporkan cepat, jangan biarkan ramai dan ada korban.” Pesan ini disambut aplaus meriah. Ia mengingatkan sanksi berat berdasarkan Pasal 170 KUHP dan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Penanganan Kekerasan Kelompok, dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara (KUHP lama) atau pasal 262 KUHP UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP Baru).

Seorang Ketua RT Kampung Sapiria, mr. X yang tidak ingin di sebut namanya, berbagi pengalaman. “Kami sering mediasi kecil-kecilan, tapi sekarang dengan dukungan Polsek, laporan anonim akan percepat tanggap. Anak-anak kami harus dilindungi dari jalan sesat,” ujarnya.

Strategi Jangka Panjang dan Dukungan Stakeholder

Pertemuan tak berhenti di instruksi semata. Dibahas juga program pencegahan jangka panjang seperti pelatihan pemuda Kampung Sapiria menjadi kader kamtibmas, dan sosialisasi di pondok pesantren lokal. “Kami akan ajak ormas pemuda seperti KNPI dan Forum Silaturahmi Ulama untuk himbauan rutin,” tambah AKP Asfada.

Babinsa Kelurahan Lembo, menegaskan sinergi TNI. “Patroli malam hari akan ditingkatkan. Kami targetkan nol insiden di Sapiria akhir tahun ini.” Sementara Bhabinkamtibmas Lembo berjanji door-to-door edukasi ke rumah tangga.

Dampak inisiatif ini sudah terasa. Warga seperti Ibu Fatimah, pedagang pasar, merasa lega. “Sejak ada pengumuman ini, anak remaja di kampung lebih patuh. Rasa aman kembali, dagang lancar tanpa was-was,” ceritanya.

Pertemuan diakhiri penandatanganan pakta integritas dan pembagian selebaran himbauan. Nomor darurat Polsek Tallo (110) disebar luas via grup WhatsApp RT/RW.

Harapan Menuju Kampung Aman Tanpa Tawuran

Dengan komando tegas AKP Asfada, Kampung Sapiria diharapkan jadi contoh kampung bebas perang kelompok. “Masa depan ada di tangan kita semua. Lindungi generasi muda, cegah rusaknya generasi emas,” tutup Kapolsek.

Inisiatif ini tak hanya beri rasa aman, tapi juga bangun kepercayaan warga pada aparat. Makassar, sebagai kota metropolitan, butuh harmoni seperti ini untuk maju. Polsek Tallo komitmen pantau, undang masyarakat laporkan apa saja yang mencurigakan.