oleh

Dinas Peternakan Dan Pangan Polman Melaksanakan Sosialisasi Perda No. 6 Tahun 2016

TINAMBUNG, LENSA-RAKYAT. COM | Dinas Peternakan dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan Sosialisasi Perda No. 6 Tahun 2016 di Aula Serba Guna Kantor Kecamatan Tinambung Senin, 22/02/2021.

Menurut  jadwal yang telah  ditetapkan Sosialisi ini dihadiri oleh Anggota DPRD Kab. Polman, Sekda Polewali Mandar, Jajaran Dinas Pertanian dan Pangan, Kasatpol PP Kabupaten Polman, Camat Tinambung Yafid, ST., Kapolsek Tinambung IPTU TAJUDDIN. S.Sos, Danramil, Lurah Tinambung Muhammad  Rifai  dan Masyarakat kecamatan Tinambung.

banner 728x80

Sosialisasi diikuti oleh masyarakat sedikitnya 50 orang masyarakat yang sebelumnya telah dibagikan Kalender dan Kaos uang berisikan  tulisan pesan-pesan sosialisasi Perda No.6 tahun 2016.  Acara diawali dengan Pembacaan Do’a , Pembukaan Oleh Sekda Polman diwakili oleh Camat Tinambung  dan dilanjutkan dengan sesi paparan dari Dinas Pertanian dan Pangan serta sesi Tanya-jawab. Dipandu dengan Moderator dari kecamatan Tinambung.

Pembukaan diwakili oleh Camat didampingi Perwakilan Dinas Perternakan dan Pangan Polman, Danramil dan  Kapolsek Tinambung. Dalam sambutannya Camat Tinambung menyampaikan kepada masyarakat akan pentingnya  peran masyarakat dalam mengsukseskan Perda No.6 tahun 2016 dengan mengedepankan Rasa atau Hati (tenggang rasa) oleh karena dengan Hati kita bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada serta sukses melaksanakan perda tersebut.

Inti dari sosialiasi adalah penanganan  hewan ternak masyarakat oleh karena kondisi sekarang sering mengganggu aktifitas masyarakat. Antusias  peserta dalam mengikuti sosialisasi  disambut hangat dan terlihat jelas dengan adanya  beberapa peserta mengajukan pertanyaan dan pendapat secara bergilir.

Disela kegiatan tersebut berlangsung, Sekda Polewali Mandar Ir. Bebas Manggazali, M.Si. turut hadir setelah mengikuti giat Vidkom di ruangannya. Dalam kesempatan itu  Andi Bebas yang lahir dan dibesarkan di Tinambung menyampaikan  ”Historis Tinambung, Kerbau itu sangat dekat dengan masyarakatnya, bahkan Kerbau bisa dikatakan menjadi Ikon Tinambung dulunya, tempat kubangan kerbau itu disitulah saya mencari ikan,  jadi biasa kami  berdua sama-sama dengan kerbau. Dengan semakin meningkatnya jumlah populasi masyarakat yang ada, jumlah  Pemukinan  yang ada, jumlah kendaraan yang ada melintas sehingga kerbau ini dianggap mengganggu masyarakat.Namun nilai-nilai budaya kita ini  tidak harus menakutkan menyeramkan tapi bagaimana menggeser kearah yang lebih positif lagi yaitu kerbau ini harus digembala bukan dipelihara dan dilepas ”  

Sekda Polman  berharap” Bagaimana pemerintah bersama-sama masyarakat dan aparat menangani persoalan hewan ternak yang mengganggu masyarakat lainnya yaitu dengan cara pesrsuasif, bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga merasa  malu jika hwean renak mereka mengganggu masyarakat lainnya.” Harap Bebas Manggazali.  

Penulis : Selman

banner 728x80

Berita Lainnya