HUKRIM

Densus 88 Antiteror Berhasil Tangkap Tiga Terduga Teroris di Jateng

552
×

Densus 88 Antiteror Berhasil Tangkap Tiga Terduga Teroris di Jateng

Sebarkan artikel ini

Lensa-Rakyat.Com, Semarang – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil meringkus tiga terduga teroris di wilayah Jawa Tengah (Jateng). Ketiga terduga teroris tersebut berhasil diamankan di lokasi yang berbeda.

“Penangkapan tersangka teroris Jawa Tengah tiga orang,” tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Kamis (23/12/21).

banner 970x250

Menurut Perwira Menengah Divisi Humas Polri bahwa ketiga terduga teroris yang ditangkap di Jawa Tengah terafiliasi dengan kelompok Jemaah Islamiyah (JI).

“Yang di Jawa Tengah Jaringan JI,” tutur Kombes Pol. Ahmad Ramadhan.

Ditempat yang berbeda, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Iqbal Alqudusy membenarkan adanya penangkapan tiga terduga teroris di Jawa Tengah. Belum banyak informasi yang dibeberkannya terkait operasi tim Densus 88 Antiteror Polri tersebut.

“Betul ada penangkapan oleh Densus 88 di wilayah Jawa Tengah di tiga daerah meliputi Semarang, Sukoharjo, dan Solo,” tutur Kombes Pol. Iqbal Alqudusy.

Sumber ( Tribratanews.polri.go.id )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.