HUKRIM

Polda Metro Jaya Tetapkan Tiga Tersangka Terkait Kasus Pinjaman Online Ilegal di Jakut

733
×

Polda Metro Jaya Tetapkan Tiga Tersangka Terkait Kasus Pinjaman Online Ilegal di Jakut

Sebarkan artikel ini

Lensa-Rakyat.Com, Jakarta – Jajaran Polda Metro Jaya bersam Polres Metro Jakarta Utara menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus pinjaman online atau pinjol ilegal di wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Salah satu tersangka merupakan warga negara asing (WNA) berasal dari Tiongkok.

“Kami menetapkan tiga tersangka. Satu tersangka di antara adalah WNA China,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Endra Zulpan, Senin (31/01/22).

banner 970x250

Kombes Pol. Endra Zulpan mengatakan bahwa WNA tersebut merupakan direktur di perusahaan pinjol tersebut. Sementara dua orang WNI berperan sebagai pengingat jatuh tempo dan debt collector atau penagih pinjaman.

Barang bukti yang berhasil diamankan oleh petugas kepolisian antara lain 28 telepon seluler, 24 unit CPU, empat unit monitor, satu unit decoder serta dokumen yang terkait dengan pinjol.

Atas perbuatannya ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 27 Ayat 4 juncto Pasal 45 Ayat 1 dan atau Pasal 30 Ayat 1 juncto Pasal 46 Ayat 1 dan atau Pasal 52 Ayat 4 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman penjara 6 tahun.

Kemudian, Pasal 368 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 9 tahun dan Pasal 115 juncto Pasal 65 ayat 2 UU RI Nomor 7 Tahun 2018 tentang Perdagangan dengan pidana penjara paling lama pidana 12 tahun

Sumber ( Humas Polda Metro Jaya )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.