HUKRIM

Satnarkoba Polres Pelabuhan Makassar Berhasil Bekuk 2 Pelaku Narkoba di Satando

458
×

Satnarkoba Polres Pelabuhan Makassar Berhasil Bekuk 2 Pelaku Narkoba di Satando

Sebarkan artikel ini

LENSA-RAKYAT.COM – SatNarkoba Polres Pelabuhan Makassar kembali berhasil menangkap dua terduga pelaku narkoba dijalan Satando Makassar

Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Makassar IPTU Darmawansyah melalui Kasubsipidm Sihumas IPDA Burhanuddin Karim, menjelaskan ” Diringkusnya kedua pelaku yaitu NN (37) alias Ical dan MN (28) alias Sanjani berawal ketika polisi mendapatkan informasi dari masyarakat , bahwa seringnya terjadi penyalagunaan Narkotika dijalan Satando, selanjutnya Tim Opsnal Narkoba lalu melakukan pemantauan dengan mengikuti pergerakan Pelaku” Ungkapnya

banner 970x250

” Setelah melakukan pemantauan, personil dilapangan segera menyergap NN (37) alias Ical dan MN (28) alias Sanjani yang berada disebuah rumah dijalan Satando 10 kemudian dari TKP, polisi berhasil mengamankan 1 (satu) sachet kristal bening narkotika berjenis sabu-sabu, 2 (dua) sachet bekas pakai shabu,1 (satu) buah pipet warna putih sendok shabu,1 (satu) buah pireks berisi shabu,1 (satu) sumbu shabu, 2 (dua) korek api gas, 1 (satu) set alat hisap shabu lengkap dengan pipetnya”terang Kasubsipidm Sihumas ,Kamis (30/09/2021)

Selanjutnya Barang bukti dan pelaku kita bawa ke Mapolres Pelabuhan Makassar. Kita belum menemukan petunjuk asal barang tersebut dari mananya,”pungkasnya.

Akibat dari perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 112 ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) jo pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Info dari : tribratanewspolrespelabuhanmakassar.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.