oleh

Ini Ide Kepala SDN Gunung Sari 1 Andaikata Pembelajaran Sekolah Buka di Masa Pandemi

Kepala SDN Gunung Sari 1, Idrus S.Pd M.Pd menyatakan kelas pembelajaran ganjil genap bisa di sikapi sebagai ide layanan pendidikan di masa pandemi Covid-19

Lensa Rakyat.com – Kepala SD Negeri Gunung Sari 1 memastikan layanan pendidikan di sekolahnya di masa Covid-19 berjalan dengan baik. Pembelajaran siswa dirumah tetap dilakukan secara daring. Bagi siswa yang tak miliki handphone dirumah maka di berikan layanan belajar khusus di sekolah.

“Siswa tidak mampu mengikuti belajar online akibat orang tuanya tak punya hp maka kita berikan waktu khusus belajar di sekolah,” kata Idrus, S.Pd M.Pd.

Ia menjelaskan, layanan khusus yang diberikan sekolah dilakukan sekali atau dua kali dalam seminggu oleh wali kelas masing-masing dengan menyesuaikan materi belajar yang diberikan.

Seperti diketahui, tahun Ajaran Baru 2020/2021 masih dalam situasi pandemi Covid-19 menyebabkan semua sekolah di Makassar belum dipersilakan menggelar pembelajaran tatap muka langsung dikelas.

Menanggapi hal tersebut, Idrus mengungkapkan, tentu orang tua harus menyiapkan perangkat android untuk belajar secara online dirumah. Belajar virtual pasti menggunakan kuota internet. Karena kondisi ini, pendidik ikut terbebani karena harus merancang kegiatan pembelajaran serta menyiapkan bahan ajar peserta didik.

Diluar permasalahan tersebut, Idrus ternyata memiliki ide dan strategi pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yang bisa di sikapi dan dilakukan andaikata atau misalkan sekolah dapat kembali menggelar pembelajaran dikelas.

Salah satunya melalui pembelajaran model ganjil genap bagi semua tingkatan kelas. Dalam menentukan peserta didik berada di kelas ganjil genap maka pihak sekolah akan mengacu pada daftar nomor absensi siswa masing-masing kelas.

“Contoh kelas 3A jumlah siswa 30 orang. Hari Senin yang masuk (nomor absensi ganjil) jumlah 15 siswa. Dihari berikutnya, Selasa giliran yang masuk (nomor absensi genap) jumlah 15 siswa,” ucapnya.

Jika ketersediaan ruangan belajar 12 buah dengan 12 rombongan belajar (rombel) kata Idrus, maka dapat dijadwalkan sebagai berikut: hari Senin kelas 1a, 2a, 3a, 4a (nomor absensi ganjil). Hari Selasa kelas 1a, 2a, 3a, 4a (nomor absensi genap). Hari Rabu kelas 1b, 2b, 3b, 4b (nomor absensi ganjil). Hari Kamis kelas 1b, 2b, 3b, 4b (nomor absensi genap). Hari Jumat kelas 5a, 5b, 6a, 6b (nomor absensi ganjil) dan hari Sabtu kelas 5a, 5b, 6a, 6b (nomor absensi genap).

Pria kelahiran Gowa ini menambahkan, dalam satu hari hanya ada 4 rombel yang masuk dan setiap kelas hanya diisi 15 orang. Kelas yang satu dengan kelas yang lain dibatasi oleh ruang kelas yang kosong. Saat jam istirahat, bekal siswa yang dibawa dari rumah harus dimakan dan minum hanya dalam kelas.

“Dengan cara ini diharapkan pembelajaran tetap berlangsung tanpa ada kerumunan dan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat,” harapnya.

(RuRi/Editor)

banner 728x80
banner 728x80

Berita Lainnya