BERITA

Antisipasi Kerawanan Malam Hari, Pemuda yang Berkumpul Dibubarkan Polsek Manggala

208
×

Antisipasi Kerawanan Malam Hari, Pemuda yang Berkumpul Dibubarkan Polsek Manggala

Sebarkan artikel ini

Makassar — Dalam upaya mencegah maraknya aksi tawuran kelompok, Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’Longan, SH, MH, MSi, mengintensifkan patroli mobile di wilayah hukum Polsek Manggala, Kamis dinihari (8/5/25).

Unit Reskrim dan Intelkam Sekitar pukul 01.20 WITA, saat mobile melakukan penyisiran di wilayah Kelurahan Batua, mereka mendapati sekelompok pemuda yang masih berkumpul. Petugas kemudian melakukan penggeledahan dan pembubaran terhadap kelompok pemuda yang masih ditemukan kumpul kumpul guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

banner 970x250

Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’Longan, menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan wilayah. 

“Kami akan meniadakan segala bentuk gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Manggala. Setiap potensi kerawanan akan kami antisipasi sedini mungkin,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap aktivitas anak-anak remajanya, terutama saat malam hari. 

“Kami harap orang tua senantiasa mengontrol keberadaan anak-anaknya. Jangan sampai mereka menjadi korban maupun pelaku tindak pidana,” tambah Kompol Semuel.

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.