BERITA

Beras SPHP Ludes Diborong Warga, Pangan Murah Polsek Manggala Disambut Antusias

89
×

Beras SPHP Ludes Diborong Warga, Pangan Murah Polsek Manggala Disambut Antusias

Sebarkan artikel ini

Makassar – Dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, Polsek Manggala bekerja sama dengan Bulog menggelar kegiatan Pangan Murah “Sinergi Polri dan Bulog” di halaman Mapolsek Manggala, Jumat Siang (8/8/25). Kegiatan ini merupakan bagian dari program serentak yang dilaksanakan oleh jajaran Polrestabes Makassar.

Sebanyak 600 karung beras SPHP kemasan 5 kg atau setara 3 ton, yang dijual dengan harga terjangkau Rp 60.000 per karung, langsung habis diserbu warga Kecamatan Manggala. Antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam hitungan beberapa jam habis diborong warga

banner 970x250

Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’Longan, SH, MH, MSI, mengungkapkan bahwa informasi mengenai kegiatan pangan murah ini telah disebarluaskan melalui berbagai grup WhatsApp di kelurahan. “Kami batasi pembelian maksimal 10 kg per orang dengan menunjukkan KTP, agar distribusi merata dan semua warga bisa kebagian,” ujarnya.

Kegiatan pangan murah ini menjadi bentuk sinergi antara Polri dan Bulog dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah kondisi ekonomi masyarakat. Kompol Semuel berharap, kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala untuk membantu warga memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Salah satu warga, Ibu Ramlah (45), warga Kelurahan Bangkala, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan pangan murah ini.

“Kegiatan seperti ini sangat membantu kami masyarakat kecil. Harga beras sekarang kan mahal, jadi ini sangat meringankan. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya usai membeli beras di Mapolsek.

Senada dengan itu, Pak Andi (52), warga lainnya, menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini rutin dilakukan.

“Kalau bisa setiap bulan ada, karena sangat membantu, apalagi menjelang sekolah dan banyak kebutuhan lain,” katanya.

Kegiatan pangan murah ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat. Kompol Semuel berharap kegiatan seperti ini bisa terus berkelanjutan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat.

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.