BERITA

Bhabinkamtibmas Maccini Sombala Respon Cepat Kasus Penganiayaan di Tamalate

111
×

Bhabinkamtibmas Maccini Sombala Respon Cepat Kasus Penganiayaan di Tamalate

Sebarkan artikel ini

Makassar – Bhabinkamtibmas Kelurahan Maccini Sombala, Aipda Ruslan Dahlan, S.Sos., bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus penganiayaan yang terjadi di Jalan Telur Bayur 1, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, pada Kamis pagi (25/9/2025).

Peristiwa tersebut melibatkan seorang lelaki berinisial Adul (25) yang diduga melakukan penganiayaan menggunakan sebilah pisau dapur terhadap korban bernama Darno. Akibat sabetan pisau tersebut, korban mengalami luka robek pada lengan kirinya.

banner 970x250

“Benar, telah terjadi penganiayaan terhadap korban Darno. Saat kami tiba di lokasi, terduga pelaku sudah melarikan diri. Dari keterangan sementara, penganiayaan dipicu persoalan sepele akibat tersinggungan,” jelas Aipda Ruslan.

Korban yang mengalami luka pada lengan kirinya segera diarahkan untuk membuat laporan polisi di Polsek Tamalate. Sebagai bentuk pelayanan, Bhabinkamtibmas turut mengantar korban ke kantor polisi dan kemudian membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku guna diproses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku.

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.