BERITA

Gerakan Pangan Murah Polsek Makassar Distribusikan 3 ton beras SPHP

100
×

Gerakan Pangan Murah Polsek Makassar Distribusikan 3 ton beras SPHP

Sebarkan artikel ini

Makassar – Polsek Makassar Polrestabes Makassar bekerja sama dengan Bulog, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan sejumlah BUMN menggelar Gerakan Pangan Murah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Kegiatan ini berlangsung di Mapolsek Makassar, Jalan Kerung-Kerung No. 67, Kelurahan Maccini Gusung, Kecamatan Makassar, Sabtu (9/8/2025). Acara dipimpin langsung oleh Kapolsek Makassar, Kompol H. Muh. Thamrin, S.E., M.M., didampingi Wakapolsek AKP Yansi Raid, para Kanit, Panit, serta Bhabinkamtibmas.

banner 970x250

Kapolsek Makassar, Kompol H. Muh. Thamrin, menjelaskan bahwa pihaknya mendistribusikan sebanyak 3 ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) dalam kemasan 5 kilogram kepada warga Kecamatan Makassar.

Mekanisme penjualan diberlakukan maksimal 10 kilogram per konsumen dengan harga terjangkau Rp 58.000 per kemasan 5 kilogram.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap penyaluran beras SPHP kepada masyarakat, khususnya di Kecamatan Makassar. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga terjangkau,” ujar Kompol Thamrin.

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.