BERITA

Jaga Kebugaran dan Soliditas, Kapolrestabes Makassar Olahraga Bersama

47
×

Jaga Kebugaran dan Soliditas, Kapolrestabes Makassar Olahraga Bersama

Sebarkan artikel ini

Makassar- Dalam rangka menjaga kesehatan, kebugaran fisik, sekaligus mempererat soliditas internal, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, SH,SIK,M.Si bersama pejabat utama dan personel Polrestabes Makassar melaksanakan kegiatan olahraga bersama pada Jumat, 09 Januari 2026 pagi.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para personil, personil mengikuti seluruh rangkaian olahraga dengan semangat dan keceriaan. Selain itu, acara ini juga menjadi momen untuk mempererat hubungan antara pimpinan dan anggota Polrestabes Makassar.

banner 970x250

Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin mengatakan “Polri dituntut selalu siap siaga dalam melaksanakan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Untuk itu, tubuh yang sehat dan bugar menjadi modal utama. Dengan berolahraga bersama, kita tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga mempererat kebersamaan,” ungkapnya.

Kegiatan olahraga bersama ini merupakan salah satu langkah positif yang diharapkan dapat memberikan dampak baik, tidak hanya bagi kesehatan fisik personel, tetapi juga bagi peningkatan kinerja Polrestabes Makassar.

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.