BERITAOLAHRAGA

Jumlah Pengamanan Event WSBK dan Asian Cup Mandalika Bertambah, Kini 3.000 Personel

747
×

Jumlah Pengamanan Event WSBK dan Asian Cup Mandalika Bertambah, Kini 3.000 Personel

Sebarkan artikel ini

LENSA-RAKYAT.COM, JAKARTA – Event internasional World Superbike Championship (WSBK) dan Asia Talent Cup di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) akan digelar dalam hitungan hari. Untuk pengamanan, personel gabungan TNI-Polri dikerahkan mencapai 3.000 personel.

“Setidaknya minimal tiga ribu personel, karena kita terus melakukan updating tentang manajemen pengamanan ini. Tapi personel gabungan TNI-Polri minimal tiga ribu,” kata Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Mohammad Iqbal, Kamis (11/11/2021).

banner 970x250

Hal itu disampaikan Iqbal saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyaksikan simulasi pengamanan WSBK dan Asia Talent Cup di Sirkuit Mandalika pada Rabu (10/11/2021). Penambahan personel dilakukan, demi memberikan rasa aman sekaligus upaya sebagai pencegahan dari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Iqbal menyebut 3.000 personel gabungan TNI-Polri akan berjaga di ratusan area di NTB. Dia menjelaskan, aparat keamanan tersebar dari perbukitan hingga jalan-jalan terowongan di NTB.

“Tentang titik-titik tersebut dan floating-floating tersebut hampir ratusan kita lakukan, bahkan di perbukitan, di terowongan, dan lain-lain,” ujar Iqbal.

Selain pengamanan pola terbuka, Iqbal memastikan pengamanan pola tertutup sudah dipersiapkan dengan matang oleh Polda NTB dan Korem 162/Wira Bhakti. “Dan kita tidak bisa buka (strategi pengamanan) semuanya ke ranah publik,” sambung dia.

Iqbal menyebut pihaknya dan Korem 162/Wira Bhakti serta Pemprov NTB telah menyiapkan strategi pengamanan secara detail, komprehensif, sinkron, dan kolaboratif. Semisal screening berlapis bagi penonton yang akan hadir di Sirkuit Mandalika.

Sumber ( Humas Polri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA

Ngopi Kamtibmas bukan sekadar nongkrong sambil minum kopi. Kegiatan ini dirancang sebagai forum terbuka, di mana polisi mendengar aspirasi warga secara langsung. “Tujuannya jelas: menjadi wadah bagi masyarakat menyuarakan keluhan wilayah terkait keamanan dan ketertiban,” ujar salah satu panitia. Hadir puluhan tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan sekitar 50 warga setempat, acara ini memperkuat sinergi tripihak: TNI, Polri, dan pemerintah daerah.