BERITA

Ngopi Kamtibmas, Aipda Nerwan Bangun Komunikasi Dua Arah dengan Warga Makassar

103
×

Ngopi Kamtibmas, Aipda Nerwan Bangun Komunikasi Dua Arah dengan Warga Makassar

Sebarkan artikel ini

Makassar. Aipda Nerwan Takdir Bhabinkamtibmas Polsek Makassar Polrestabes, Rabu pagi menggelar kegiatan Ngopi (Ngobrol Pagi) Kamtibmas bersama tokoh masyarakat. (25/06/2025)

Kegiatan yang berlangsung di jalan Sungai Limboto kel. Maradekaya Utara, Kec. Makassar dalam rangka membangun komunikasi dua arah antara Bhabinkamtibmas dengan warga binaan.

banner 970x250

Aipda Nerwan menerangkan bahwa dengan terjalinnya komunikasi akan memudahkan baginya untuk mengetahui perkembangan situasi kamtibmas di wilayahnya.

“Komunikasi adalah hal terpenting dalam pelaksanaan tugas dilapangan, hal ini akan menentukan kebijakan pimpinan menentukan langkah-langkah kepolisian dalam hal preventif terhadap gangguan kamtibmas”. Ujarnya

Lebih lanjut Aipda Nerwan berharap dengan kegiatan Ngopi Kamtibmas terbangun sinergisitas Polri dan masyarakat dalam menjaga kondusifitas wilayah.

“Kami berharap dengan kegiatan tersebut terjalin sinergisitas dengan warga dalam upaya menjaga dan memelihara kondusifitas kamtibmas di Kota Makassar khususnya Kec. Makassar”. Ungkap Aipda Nerwan

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.