BERITA

Pengusaha Lokal KSO-BASMAN Bantu Korban Banjir Bandang Konut

114
×

Pengusaha Lokal KSO-BASMAN Bantu Korban Banjir Bandang Konut

Sebarkan artikel ini

LensaRakyat.Com, Konut | KSO-BASMAN yang bergerak di sektor pertambangan nikel di Blok Mandiodo Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara (Konut), menyerahkan sejumlah bantuan untuk warga yang terdampak banjir bandang pada hari Kamis lalu Tanggal 19 Mei 2022.

Pengusaha lokal yang lahir dari masyarakat Kecamatan Molawe, dimana sebagian wilayah tersebut masuk konsesi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Antam T.bk, juga telah bekerjasama dengan KSO-BASMAN, turun menyisipkan dari hasil usahanya untuk meringankan beban masyarakat akibat bencana alam yang menimpa mereka.

banner 970x250
banner 970x250

“Mewakili Pemerintah Kecamatan Molawe, saya mengucapkan kepada KSO-BASMAN yang telah membantu meringankan beban kami, untuk mengirimkan bantuan.” Ucap Sapodin Camat Molawe, Sabtu 21/5/2022.

Adapun bantuan dari pengusaha lokal KSO-BASMAN yang di serahkan untuk membantu meringankan beban korban bencana alam itu, beras 750 kg dalam kemasan 5 kg, minyak 20 liter yang sudah di bungkus perliter, mie instan sebanyak 600 bungkus, dan gula pasir sekitar 20 liter.

Ucapan apresiasi tak hanya di lontarkan oleh mantan Pj. Kades Tapuemea saja, namun Pj. Kepala Deda Awila turut memberikan apresiasi yang tak terhingga, dimana pengusaha lokal satu-satunya yang sudah membuktikan kepeduliannya terhadap sesama makhluk ciptaan Yang Maha Kuasa.

“Saya sering mendengar pengusaha yang bergerak di tambang nikel hanya infestor dari negeri jauh sana, setelah penyerahan bantuan ini, telah membuktikan pengusaha lokal asli Konut ini menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan yang terdampak banjir bandang beberapa hari yang lalu.” ujar Ridayanti Pj. Kades Awila.

Pj. Kades Awila menuturkan, banjir bandang yang menimpa wilayahnya terjadi pada hari Kamis 19/5/2022 setelah diguyur hujan deras, sekitar jam 20:30 debit air sungai Omboa tiba-tiba meluap masuk diperumahan warga disertai arus yang sangat deras, mengakibatkan 100 Kepala Keluarga merasakan genangan air dalam rumahnya setinggi 1 meter.

Beberapa warga korban banjir bandang harus evakuasi mandiri menuju rumah sanak saudaranya yang tidak terdampak, sampai pagi hari. diperkirakan air tersebut surut sekitar matahari mulai bersinar dari ufuk timur.

“Waktu banjir malam itu, kami tidak berani keluar rumah, diluar ketinggian air lebih dari 1 meter dengan arus yang sangat deras. Suami dan anak saya tidak berani keluar melihat tempat usaha perabot. setelah kami hitung estimasi kerugian untuk saya pribadi mencapai 20 jutaan Rupiah.” ucap Susi Lambora warga Desa Awila yang terdampak bencana banjir bandang.

sampai saat ini, pihak pemerintah belum bisa perkirakan nilai kerugian pasca banjir bandang yang menimpa 4 Desa dengan 1 Kelurahan yang ada di Kecamatan Molawe.

Redaksi.

banner 970x250