BERITA

Peringati HKGB ke-73, Polrestabes Makassar Gelar Olahraga Bersama Bhayangkari

141
×

Peringati HKGB ke-73, Polrestabes Makassar Gelar Olahraga Bersama Bhayangkari

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-73 Tahun 2025, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar menggelar kegiatan olahraga bersama di lapangan apel Polrestabes Makassar, Jumat (03/10/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, SH, SIK, M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kota Besar Makassar, Ny. Emma Arya Perdana, serta diikuti oleh seluruh personel Polrestabes dan Bhayangkari.

banner 970x250

Acara diawali dengan senam bersama yang dipandu instruktur. Selain untuk menjaga kebugaran fisik, kegiatan olahraga ini juga bertujuan mempererat solidaritas dan memperkuat kebersamaan antara anggota Polri dan Bhayangkari.

Dalam sambutannya, Kapolrestabes Makassar menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta dan menekankan pentingnya menjaga kekompakan di lingkungan keluarga besar Polri.

“Melalui kegiatan olahraga bersama ini, diharapkan dapat mempererat hubungan kekeluargaan antara anggota Polri dan Bhayangkari, sekaligus menjaga kesehatan agar tetap prima dalam mendukung pelaksanaan tugas,” ujar Kombes Pol Arya Perdana.

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.