BERITA

Perkuat Sinergitas Kemitraan Kapolsek Tamalate Silaturahmi FKPM Sektor Tamalate 

256
×

Perkuat Sinergitas Kemitraan Kapolsek Tamalate Silaturahmi FKPM Sektor Tamalate 

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Polsek Tamalate menggelar kegiatan Silaturahmi bersama Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Sektor Tamalate yang dirangkaikan dengan pemilihan Ketua FKPM. Kegiatan ini berlangsung di Mapolsek Tamalate, Rabu malam (11/6/2025), sekitar pukul 20.00 WITA.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Tamalate, Kompol Syarifuddin, S.Sos., M.H., didampingi oleh Kanit Binmas IPTU Fendy Sjahrir, serta dihadiri oleh segenap personel Polsek Tamalate.

banner 970x250

Dalam sambutannya, Kapolsek Tamalate menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh mitra kamtibmas FKPM atas dedikasi dan kontribusi nyata mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolsek menyampailkan pentingnya sinergi yang terus dibangun antara aparat kepolisian dan FKPM sebagai mitra strategis dalam menciptakan suasana aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Tamalate.

“Kerja sama yang baik antara FKPM dan jajaran Polsek Tamalate selama ini sangat kami hargai. Ke depan, dengan adanya pemilihan ketua baru, saya harap komunikasi dan kolaborasi ini semakin diperkuat untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang ada di lingkungan masyarakat,” ujar Kompol Syarifuddin.

Pada kesempatan tersebut, Arifin Kulle terpilih sebagai Ketua FKPM Sektor Tamalate yang baru. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia juga berkomitmen untuk terus mendukung Polsek Tamalate dalam menjaga Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) secara berkelanjutan.

“Terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada saya. InsyaAllah, kami akan terus bersinergi dengan jajaran Polsek Tamalate dalam menjaga kamtibmas, serta membangun komunikasi yang terbuka dan konstruktif demi kebaikan bersama,” tutur Arifin.

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.