Makassar – Polrestabes Makassar menyiapkan sebanyak 532 personel gabungan untuk mengamankan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Kesiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, SH., SIK., M.Si di Aula Mappaoddang Polrestabes Makassar, Selasa (10/03/2026).
Rakor tersebut dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Kota Makassar, Wakapolrestabes Makassar AKBP Andi Erma Suryono, SH., SIK., M.M, para pejabat utama Polrestabes Makassar dan Polsek jajaran, serta perwakilan instansi terkait seperti Pertamina, PLN, BMKG, dan sejumlah dinas di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.
Kegiatan ini dilaksanakan guna menyatukan persepsi serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam rangka menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Dalam sambutannya, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyampaikan bahwa rakor lintas sektoral merupakan bagian dari tahap perencanaan Operasi Ketupat 2026 untuk memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi perayaan Idul Fitri.
“Rapat koordinasi lintas sektoral ini merupakan implementasi tahap perencanaan untuk mengetahui kesiapan kita semua dalam menghadapi perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, sekaligus mengidentifikasi potensi kerawanan serta merumuskan solusi terhadap berbagai permasalahan yang mungkin terjadi,” ujar Kombes Pol Arya Perdana.
Ia menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan kesiapan infrastruktur, sarana transportasi, serta pelayanan kepada masyarakat selama masa mudik Lebaran.
“Kita perlu memastikan kesiapan masing-masing stakeholder, baik dari sisi infrastruktur maupun sarana transportasi, sehingga masyarakat dapat merasakan hari kemenangan dan melaksanakan mudik bersama keluarga dengan aman dan bahagia,” jelasnya.
Kapolrestabes Makassar juga menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kepolisian yang bersifat kemanusiaan dengan mengedepankan langkah-langkah preemtif dan preventif dalam menjaga keamanan selama perayaan Idul Fitri.
“Operasi Ketupat ini merupakan operasi kepolisian yang bersifat pemeliharaan keamanan bernuansa kemanusiaan dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan khidmat, aman, dan nyaman,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Polda Sulawesi Selatan akan menurunkan sebanyak 532 personel gabungan yang terdiri dari 214 personel Polri, 78 personel TNI, serta 240 personel dari berbagai instansi terkait seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Basarnas, Jasa Raharja, pemadam kebakaran, Linmas, Senkom, dan instansi lainnya.
Operasi tersebut nantinya akan diawali dengan apel gelar pasukan yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret 2026.
Selain itu, Kapolrestabes Makassar juga mengingatkan sejumlah potensi kerawanan yang perlu diantisipasi menjelang Idul Fitri, termasuk penggunaan petasan dan maraknya permainan senjata mainan jenis omega yang kerap dimainkan oleh anak-anak.
“Alhamdulillah selama bulan Ramadhan kita tidak terlalu banyak bahkan hampir tidak mendengar suara petasan. Ini tentu berkat kerja sama kita semua,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar seluruh pihak tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan lainnya.
“Kita juga perlu mengantisipasi meningkatnya permainan senjata omega yang dimainkan oleh anak-anak menjelang sahur atau setelah sahur, karena hal tersebut dapat menimbulkan kerawanan tersendiri menjelang Lebaran,” tambahnya.














