BERITA

Polrestabes Makassar Telah Membuka Pendaftaran Bintara Brimob Polri Tahun Anggaran 2025

135
×

Polrestabes Makassar Telah Membuka Pendaftaran Bintara Brimob Polri Tahun Anggaran 2025

Sebarkan artikel ini

Makassar- Polrestabes Makassar secara resmi mengumumkan dibukanya pendaftaran Bintara Brimob Polri Tahun Anggaran 2025. Pendaftaran berlangsung mulai tanggal 10 hingga 18 November 2025 dan dilakukan secara online melalui laman resmi penerimaan.polri.go.id.

Kasi Humas Polrestabes Makassar AKP Wahiduddin mengatakan  bahwa proses penerimaan anggota Brimob Polri dilaksanakan dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH) serta berlandaskan konsep “clear and clean” tanpa pungutan biaya.

banner 970x250

“Kami pastikan seleksi berjalan terbuka, objektif, dan profesional. Tidak ada jalur khusus ataupun titipan. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk berkarier di Brimob Polri,” ujar Kasi Humas.

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Makassar juga  mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengatasnamakan panitia penerimaan Polri.

“Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara resmi dan gratis melalui situs Polri. Jangan tertipu oleh janji-janji kelulusan berbayar. Laporkan jika menemukan kecurangan atau penipuan,” tegasnya.

BERITA

Seorang buruh harian lepas bernama Basir alias Cambo (42) tewas setelah terkena anak panah dalam tawuran antarwarga di Jalan Al-Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar, pada 30 Januari 2026. Korban meninggal di lokasi akibat luka tembus di dada kiri.

Polisi menetapkan tiga pemuda berusia 18–19 tahun sebagai tersangka. Bentrokan diduga dipicu provokasi antara dua kelompok warga yang sudah lama berkonflik. Para pelaku menggunakan senjata rakitan seperti busur, ketapel, dan anak panah.

Ketiga tersangka dijerat pasal pembunuhan berencana dan kepemilikan senjata tajam ilegal dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi meningkatkan patroli di wilayah Tallo yang dikenal rawan tawuran serta mengimbau masyarakat melaporkan potensi konflik sejak dini.