MAKASSAR – Perhatian dan kepedulian Polsek Tamalate Polrestabes Makassar terhadap anak-anak usia pelajar atau yang kerap disebut Generasi Z patut diapresiasi. Hal ini dibuktikan melalui berbagai kegiatan positif yang digelar, salah satunya Pendidikan dan Latihan (Diklat) Patroli Keamanan Sekolah (PKS).
Kegiatan Diklat PKS tersebut dilaksanakan di Mako Polsek Tamalate, Jalan Danau Tanjung Bunga, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Sejumlah siswa-siswi terpilih dari SMP Negeri se-Kecamatan Tamalate mengikuti kegiatan tersebut. Senin (09/02/2026).
Diklat PKS ini dilaksanakan sebanyak empat kali pertemuan, yang digelar setiap hari Sabtu dan Minggu pagi di lapangan apel Mako Polsek Tamalate. Kegiatan diisi oleh para instruktur dari personel Polsek Tamalate dan direncanakan akan ditutup pada Minggu pekan depan. Hal tersebut disampaikan oleh Kanit Binmas Polsek Tamalate, Iptu Fendy Sjahril.
Sebanyak 54 (lima puluh empat) pelajar mengikuti kegiatan ini yang berasal dari SMPN 15, SMPN 18, SMPN 24, SMPN 26, SMPN 27, SMPN 54, dan SMPN 55 se-Kecamatan Tamalate. Dalam kesempatan tersebut, Iptu Fendy Sjahril memberikan sejumlah materi, khususnya yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan, kepemimpinan, serta pengenalan tugas-tugas kepolisian.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Tamalate Kompol H. Muh. Thamrin, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa pelajar sekolah menengah pertama merupakan usia peralihan yang cukup rentan terhadap pengaruh lingkungan.
“Untuk itu, kami berupaya terlibat secara langsung dalam melindungi sekaligus mengarahkan anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif. Terlebih, mereka merupakan generasi emas yang kelak akan menjadi nahkoda pembangunan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Iptu Fendy Sjahril menambahkan bahwa dalam Diklat PKS tersebut pihaknya juga menekankan pentingnya menjaga diri dari kenakalan remaja serta aksi perundungan (bullying) yang dapat berdampak buruk bagi masa depan para pelajar.
“Nilai-nilai ini harus ditanamkan sejak dini agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan unggul,” tuturnya.
Selain pembekalan materi, para peserta juga mendapatkan pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) serta 12 gerakan pengaturan lalu lintas. Pelatihan ini diberikan mengingat peran anggota PKS di sekolah yang kerap membantu pengaturan lalu lintas dan menyeberangkan siswa saat jam masuk dan pulang sekolah.
“Jangan sampai karena kurang memahami cara pengaturan lalu lintas, justru menimbulkan kebingungan bagi pengguna jalan dan berdampak pada kemacetan,” jelasnya.














